SPONSORED

Steiner: Nasib Russell di Mercedes Ada di Tangannya Sendiri

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Steiner: Nasib Russell di Mercedes Ada di Tangannya Sendiri
TO NEWS OVERVIEW
George Russell has languished behind Kimi Antonelli in the Drivers’ Championship

Mantan prinsipal tim Formula 1, Guenther Steiner, angkat bicara soal perbandingan George Russell dengan Valtteri Bottas di masa lalu. Ia menilai, meski situasi di Mercedes kini mirip, masa depan Russell sepenuhnya ada di tangan pembalap asal Inggris itu.

Russell saat ini duduk di posisi kedua klasemen pembalap, tertinggal 59 poin dari rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, yang tampil sensasional di musim keduanya. Padahal, Russell sempat dianggap kandidat terkuat juara setelah memenangi seri pembuka di Australia.

Namun, dominasi Antonelli dengan enam kemenangan berbanding dua milik Russell mengubah arah persaingan. Kemenangan kedua Russell baru diraih di Austria, sementara ia kerap kurang beruntung dan kesulitan menemukan ritme ideal dengan mobil W17. Sebaliknya, Antonelli justru cepat beradaptasi dengan karakter mobil tersebut.

Kimi Antonelli Reveals Mercedes Let Him Keep Original F1 Win Trophy
Read AlsoKimi Antonelli Reveals Mercedes Let Him Keep Original F1 Win Trophy

Sepanjang kariernya di Mercedes, Russell sebenarnya punya catatan apik. Ia dua kali mengungguli Lewis Hamilton dalam tiga musim bersama. Periode itu kontras dengan masa-masa Bottas yang kerap menjadi pembalap nomor dua di belakang Hamilton.

ADVERTISEMENT

Dalam podcast Red Flags, Steiner mengaku melihat kemiripan pola antara Russell dan Bottas. "Itu pertanyaan sulit. Kita lihat bagaimana dia bereaksi. Sepertinya memang begitu. Saya tidak tahu pasti, tapi memang terlihat seperti itu," ujarnya.

Meski begitu, Steiner meyakini Russell punya kendali penuh atas arah kariernya. "Valtteri jelas nyaman dengan peran itu karena ia bertahan lama di sana. Jika George tidak nyaman, ia harus mencari tantangan lain. Memang tidak mudah karena kursi untuk musim depan sudah penuh, tapi 2028 mungkin ada peluang," jelas mantan bos Haas itu.

Menurut Steiner, keputusan ada di tangan Russell, bukan Mercedes. "Mungkin George berkata, 'Saya tidak ingin menjadi Valtteri Bottas berikutnya yang bertahan 10 tahun dan selalu finis kedua. Saya harus pergi ke tempat lain.' Tapi itu keputusan dia, bukan Mercedes," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Di Zandvoort, Russell kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan memenangi Sprint Race dan finis ketiga di Grand Prix. Ia bahkan rela membiarkan Antonelli melewatinya untuk naik ke posisi kedua demi kepentingan tim. Situasi ini semakin memperkuat perbandingan dengan peran Bottas di masa lalu.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU