SPONSORED

Steiner: Bottas Kehilangan Motivasi di Cadillac, Siapakah yang Akan Diganti?

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Steiner: Bottas Kehilangan Motivasi di Cadillac, Siapakah yang Akan Diganti? TO NEWS OVERVIEW
Steiner: Bottas Kehilangan Motivasi di Cadillac, Siapakah yang Akan Diganti?

Guenther Steiner, mantan prinsipal tim Haas, melontarkan kritik tajam terhadap Valtteri Bottas. Dalam podcast The Red Flags Podcast saat jeda musim panas, Steiner menilai performa Bottas di Cadillac musim 2026 ini menurun drastis. Menurutnya, Bottas tampak "menyerah" dan menjadi kandidat utama untuk diganti jika tim Amerika itu memutuskan mengubah komposisi pembalapnya.

Steiner, yang dikenal dengan gaya blak-blakannya, memberikan nilai D untuk Bottas dalam evaluasinya terhadap grid 2026. Sementara itu, rekan setimnya, Sergio Perez, mendapat nilai C. Steiner menilai Perez lebih unggul dalam hal usaha dan konsistensi, meskipun mobil Cadillac sering bermasalah dan lambat.

"Saya pikir kita harus menempatkannya di D. Perez saat ini lebih baik darinya. Apa yang Perez coba lakukan, sepertinya Valtteri sudah sedikit menyerah," ujar Steiner. Statistik mendukung penilaian itu: dalam 11 balapan awal musim, Bottas dan Perez sama-sama belum mencetak poin, tetapi Perez unggul 9-6 dalam duel kualifikasi.

Oscar Piastri's New Merch Collection Gets Positive Fan Reactions
Read AlsoOscar Piastri's New Merch Collection Gets Positive Fan Reactions

Steiner juga menyoroti motivasi Bottas yang dianggapnya mengendur. "Dia mungkin berharap sesuatu yang berbeda, tapi bukan ini. Sekarang dia seperti, 'Ya ampun, saya membalap di F1, tapi saya punya pekerjaan bagus sebagai pembalap cadangan di Mercedes. Saya terakhir sebagai pembalap cadangan karena tidak berpartisipasi, dan sekarang saya berusaha keras untuk menjadi terakhir'," sindirnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Steiner menegaskan prioritas utama Cadillac adalah mengembangkan mobil. Namun, jika manajemen memutuskan perlu mengganti pembalap, ia yakin Bottas yang akan dikorbankan. Kritik ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi Bottas yang berstatus pembalap berpengalaman dan pernah memenangkan 10 Grand Prix.

Dengan performa yang belum membaik, masa depan Bottas di F1 kembali dipertanyakan. Apakah ia mampu membalikkan keadaan di paruh kedua musim? Ataukah ini awal dari perpisahan dengan Cadillac? Kita tunggu perkembangannya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU