SPONSORED

Sergio Perez Desak Cadillac Selidiki Kerusakan Suspensi di Kanada

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Sergio Perez Desak Cadillac Selidiki Kerusakan Suspensi di Kanada TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Sergio Perez meminta Cadillac melakukan investigasi menyeluruh setelah kegagalan suspensi memaksanya mundur dari Formula 1 Grand Prix Kanada 2026. Pembalap asal Meksiko itu menilai insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa mengingat tim masih berupaya membangun fondasi kompetitif pada musim debutnya.

Masalah terjadi pada lap ke-39 ketika Perez melaju menuju pit lane di Sirkuit Gilles Villeneuve. Sesaat setelah keluar dari lintasan lurus belakang, suspensi kanan depan mobil Cadillac tiba-tiba ambruk. Kerusakan tersebut membuat Perez hanya mampu membawa mobil kembali ke garasi dengan kecepatan rendah sebelum akhirnya dinyatakan gagal finis.

Insiden tersebut menjadi pukulan baru bagi Cadillac yang masih mencari konsistensi pada musim pertamanya di Formula 1. Meski menunjukkan tanda-tanda kemajuan dari sisi performa, tim asal Amerika Serikat itu masih menghadapi berbagai kendala operasional yang beberapa kali menghambat peluang meraih hasil lebih baik.

Sergio Perez Demands Cadillac Investigation After Suspension Failure
Read AlsoSergio Perez Demands Cadillac Investigation After Suspension Failure

"Ini sesuatu yang harus kami investigasi, pahami, dan mudah-mudahan bisa kami atasi karena apa yang terjadi jelas tidak ideal. Dari sisi operasional kami masih banyak kekurangan dan kami belum membuat kemajuan yang cukup untuk memaksimalkan performa mobil saat ini," kata Perez kepada media, termasuk RacingNews365.

ADVERTISEMENT

Komentar tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan internal di Cadillac. Setelah lima putaran pertama musim 2026, tim mulai memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap karakter mobil. Namun Perez menilai kelemahan operasional masih menjadi penghalang terbesar dalam upaya mengubah peningkatan performa menjadi hasil nyata di lintasan.

Pembalap berusia 36 tahun itu bahkan mengakui dirinya mulai kehilangan kesabaran terhadap sejumlah kesalahan yang masih muncul di dalam tim. Menurut Perez, Cadillac harus bergerak lebih cepat karena kalender Eropa akan menjadi fase penting dalam proses pengembangan mobil sepanjang musim.

"Kami harus memperbaiki hal itu dan kami sedang berpacu dengan waktu karena saat ini kami belum memaksimalkan hasil yang tersedia. Kami membuat kemajuan dari sisi performa dan itu sangat positif, tetapi dari sisi operasional kami masih tertinggal cukup jauh dan harus segera menemukan solusi menjelang rangkaian balapan Eropa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain masalah reliabilitas, Cadillac juga terjebak dalam keputusan strategi yang tidak berjalan sesuai harapan di Montreal. Perez menjadi salah satu dari tujuh pembalap yang memulai balapan menggunakan ban intermediate setelah hujan turun menjelang start. Rekan setimnya Valtteri Bottas juga mengambil keputusan yang sama bersama dua pembalap McLaren, dua pembalap Audi, dan Carlos Sainz.

Pilihan tersebut terbukti keliru setelah hujan berhenti lebih cepat dari perkiraan. Beberapa prosedur start yang tertunda membuat lintasan mengering sebelum balapan benar-benar dimulai, sehingga ban intermediate mengalami degradasi sangat cepat dalam beberapa lap pertama.

"Saat menuju grid, situasinya benar-benar 50-50 dan sangat sulit memilih ban yang tepat. Namun setelah beberapa kali prosedur start dibatalkan, hujan mulai mereda dan kondisi menjadi jauh lebih cocok untuk ban slick. Kami mengambil risiko, tetapi sangat cepat terlihat bahwa kami berada di ban yang salah. Dalam tiga lap pertama ban intermediate sudah habis dan itu menjadi masalah terbesar kami," jelas Perez.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Perez menilai Cadillac sempat menunjukkan kecepatan yang cukup kompetitif setelah beralih ke ban slick. Ia berhasil terlibat dalam beberapa duel menarik dan menyalip mobil Haas sebelum masalah suspensi mengakhiri balapannya lebih awal.

Bagi Cadillac, kegagalan teknis tersebut menambah daftar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum memasuki fase krusial musim Eropa. Sementara peningkatan performa mulai terlihat, reliabilitas dan efisiensi operasional kini menjadi fokus utama jika tim ingin mulai bersaing secara konsisten untuk meraih poin pada paruh pertama era baru Formula 1.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU