SPONSORED

Sainz Soroti Risiko DRS Baru F1 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Sainz Soroti Risiko DRS Baru F1 2026 TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Carlos Sainz meminta FIA dan Formula 1 segera mengevaluasi dampak sistem active aerodynamics pada regulasi 2026 setelah muncul indikasi balapan “DRS train” baru selama akhir pekan Miami Grand Prix. Pembalap Williams itu menilai konsep overtaking baru justru berpotensi membuat mobil semakin sulit saling menyalip ketika seluruh pembalap memiliki akses penuh terhadap mode low-drag.

Mulai musim 2026, Formula 1 akan menghapus sistem DRS tradisional dan menggantikannya dengan active aero front wing serta rear wing yang dapat berubah konfigurasi di area tertentu lintasan. Berbeda dengan DRS saat ini yang hanya bisa digunakan ketika pembalap berada dalam jarak satu detik dari rival di depan, sistem baru memungkinkan semua mobil mengaktifkan mode pengurangan drag pada setiap lap.

Regulasi tersebut awalnya dirancang untuk mengimbangi peningkatan drag akibat penggunaan baterai lebih besar pada power unit generasi baru. Formula 1 dan FIA juga berharap active aero dapat membantu efisiensi energi sekaligus menjaga performa kecepatan lurus tetap kompetitif. Namun, simulasi dan pengalaman awal di Miami menunjukkan efek samping berupa terbentuknya rombongan mobil dengan kecepatan serupa di lintasan lurus.

Leclerc Defends Formula 1 Engine Regulations
Read AlsoLeclerc Defends Formula 1 Engine Regulations

"Kami perlu menemukan solusi ketika mobil di depan juga menggunakan straight-line mode karena menyalip menjadi hampir mustahil. Situasinya sangat mirip dengan DRS train," ujar Sainz.

ADVERTISEMENT

Fenomena DRS train selama beberapa musim terakhir memang menjadi salah satu kritik utama terhadap regulasi aerodinamika modern Formula 1. Ketika beberapa mobil memiliki kecepatan lurus yang hampir identik akibat bantuan DRS, pembalap di belakang sering kesulitan menciptakan selisih kecepatan yang cukup untuk melakukan overtake bersih. Dengan active aero baru yang dapat digunakan semua mobil, risiko tersebut diperkirakan bisa semakin besar.

Masalah ini muncul hanya beberapa hari setelah FIA mengumumkan revisi besar terhadap distribusi tenaga regulasi mesin 2027. Awalnya Formula 1 merencanakan pembagian output 50:50 antara internal combustion engine dan tenaga listrik, tetapi kini proporsi tersebut akan diubah untuk meningkatkan peran mesin pembakaran internal demi menjaga karakteristik balapan.

Menurut Sainz, arah diskusi antara tim dan FIA sejauh ini mulai menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka dibanding beberapa musim sebelumnya. Ia menilai badan pengatur sudah mulai lebih responsif terhadap masukan pembalap, termasuk keputusan mempercepat jadwal balapan di Miami akibat kekhawatiran terhadap kondisi ban intermediate dalam cuaca basah.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak ingin hanya mengkritik. Saya ingin tetap produktif dan membantu menjelaskan bahwa situasi ini belum cukup baik untuk Formula 1. Tetapi FIA mendengarkan kekhawatiran pembalap di Miami dan mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik," tambahnya.

Dengan regulasi 2026 memasuki fase final pengembangan, isu active aero kini menjadi salah satu fokus utama diskusi teknis di paddock. Formula 1 ingin memastikan mobil generasi baru tetap efisien secara energi tanpa mengorbankan kualitas overtaking. Evaluasi terhadap karakter balapan dan dampak slipstream diperkirakan akan terus berlangsung sebelum era regulasi baru resmi dimulai musim depan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU