Red Bull Ampol Racing akhirnya buka suara setelah menemukan penyebab performa Will Brown yang jeblok sepanjang musim ini. Ternyata, mobil Ford Mustang #888 yang dikendarai juara Supercars 2024 itu berlomba dengan air restrictor yang ukurannya lebih kecil satu milimeter dari regulasi. Temuan ini muncul setelah tim melakukan investigasi menyeluruh pasca putaran Perth, dan langsung menjadi sorotan utama paddock Supercars.
Prinsipal tim, Jamie Whincup, mengungkapkan bahwa masalah ini berdampak signifikan pada performa mesin. "Sejak awal musim, Car #888 menggunakan air restrictor yang undersized. Komponen ini mengatur aliran udara ke mesin dan berdampak negatif pada performa, kira-kira 1,5 persepuluh detik per lap," jelas Whincup dalam pernyataan resmi. Ini bukan bagian yang diproduksi tim, melainkan komponen yang disuplai Supercars untuk semua Ford Mustang.
Brown sendiri saat ini duduk di posisi ketujuh klasemen menjelang final Repco Sprint Cup di Queensland Raceway, 21-23 Agustus. Kehilangan waktu 1,5 persepuluh detik per lap tentu sangat berarti di lintasan yang ketat. Tim Red Bull Ampol Racing pun menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada semua pihak, termasuk penggemar setia.

Supercars, sebagai penyelenggara, juga mengeluarkan pernyataan. Mereka menjelaskan bahwa komponen tersebut awalnya dipinjamkan ke Triple Eight untuk keperluan display di acara peluncuran tim pada Februari, dan tanpa sengaja tetap terpasang di mobil sepanjang musim. Pemeriksaan teknis rutin tidak mendeteksi anomali ini hingga akhirnya ditemukan oleh tim sendiri.
"Kami mengakui dan menghargai T8RE karena telah mengidentifikasi dan melaporkan masalah ini dengan cepat," bunyi pernyataan Supercars. Mereka berjanji akan mengevaluasi prosedur teknis ke depannya untuk mencegah kejadian serupa. Sementara itu, Brown akan beralih ke sasis cadangan untuk putaran di Ipswich.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya detail kecil dalam motorsport. Meski terdengar sepele, komponen yang satu milimeter lebih kecil saja bisa mengubah peta persaingan. Kini, setelah masalah teratasi, semua mata tertuju pada Brown—mampukah ia menunjukkan performa sebenarnya di sisa musim?
Dengan temuan ini, Triple Eight berharap bisa kembali bersaing di barisan depan. "Kami akan terus menggelar sasis baru untuk Car #888 dan berharap bisa mengukur kemampuan kami sekarang setelah memiliki tenaga yang sama dengan pembalap lain," pungkas Whincup.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!