SPONSORED

Razgatlioglu dan Miller: Pramac Terpuruk di MotoGP Austria 2026

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Razgatlioglu dan Miller: Pramac Terpuruk di MotoGP Austria 2026
TO NEWS OVERVIEW
Razgatlioglu dan Miller: Pramac Terpuruk di MotoGP Austria 2026

Mimpi buruk menghampiri Pramac di MotoGP Austria 2026. Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller finis di dua posisi paling buncit, sebuah hasil yang belum pernah terjadi sepanjang musim ini.

Red Bull Ring memang bukan sirkuit yang bersahabat bagi tim satelit Yamaha itu. Sejak sesi latihan bebas, keduanya sudah kesulitan menemukan setelan ideal. Masalah utama? Kehilangan grip belakang yang parah, membuat motor sulit dikendalikan. Razgatlioglu, juara Superbike tiga kali yang kini menjalani debut di MotoGP, mengaku frustrasi berat. “Saya benar-benar tidak paham apa yang terjadi. Bahkan dengan ban baru, saya sudah kehilangan grip sejak awal. Setiap buka gas, roda belakang selip. Tidak ada ritme, dan saya hanya berusaha menyelesaikan balapan,” ujarnya.

Miller, yang musim depan akan pindah ke WorldSBK, merasakan hal serupa. “Saya bisa menjaga kecepatan di awal, tapi sekitar lap 13 atau 14, ban belakang drop drastis. Setelah itu, saya hanya fokus membawa motor ke garis finis. Kami pernah mengalami ini sebelumnya, jadi harus segera dicari solusinya,” tambahnya.

Razgatlioglu and Miller: Pramac's Worst MotoGP Austria 2026 Result
Read AlsoRazgatlioglu and Miller: Pramac's Worst MotoGP Austria 2026 Result

Hasil ini semakin memperburuk posisi Pramac di klasemen konstruktor dan pembalap. Razgatlioglu dan Miller kini terpuruk di dasar tabel, tertinggal jauh dari rival-tim satelit lain seperti Gresini dan VR46. Padahal, Pramac adalah tim yang biasanya mampu bersaing di zona poin. Kegagalan di Austria menegaskan bahwa masalah performa tidak bisa lagi diabaikan.

ADVERTISEMENT

Secara teknis, kombinasi ban belakang yang terlalu cepat aus dan elektronik yang tidak optimal membuat motor sulit dikendalikan. Razgatlioglu menyebut kurangnya grip mekanis, pengiriman tenaga, dan intervensi elektronik yang tidak tepat. “Kami kekurangan segalanya. Ketika semua masalah kecil menumpuk, jadi besar,” jelasnya.

Pramac harus segera bangkit. Balapan berikutnya di Misano akan menjadi ujian berat. Jika tidak ada perbaikan signifikan, musim mereka bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU