Ada musim panas yang tak pernah berhenti mencari cara baru agar kita bisa pulang ke rumah dengan selamat. Pantai yang mulai sepi pukul tiga pagi, klub yang memutar musik lebih keras, dan jalanan yang seolah dirancang untuk menguji rasa kebal anak muda usia dua puluhan. Namun, tiba-tiba seseorang memutuskan untuk berkata: cukup.
Mulai akhir pekan ini, dari pantai Romawi hingga Salento, kampanye “Questa sera guido io” (Malam ini aku yang menyetir) resmi diluncurkan. Melibatkan Polisi Negara, Yayasan ANIA, serikat pekerja klub malam dan pengelola pantai, serta FederBaleari Italia. Sebuah aliansi bersejarah: institusi, asuransi, dan mereka yang menjual hiburan bersatu untuk mengingatkan anak muda bahwa bersenang-senang dan keselamatan bukanlah musuh, melainkan dua hal yang bisa berjalan beriringan jika ada satu tindakan kecil.
Tindakan itu sederhana tapi sangat bermakna: seseorang dalam kelompok memutuskan untuk tidak minum alkohol. Karena harus ada yang mengantar teman-temannya pulang. Mereka disebut guidatore designato (pengemudi yang ditunjuk). Dulu mungkin disebut “yang paling waspada” atau “yang dapat kursi paling nyaman”. Kini mereka diberi nama resmi dan mendapat apresiasi: minuman non-alkohol gratis, alat tes alkohol sekali pakai, atau tiket masuk gratis untuk kunjungan berikutnya. Tidak ada yang heroik, hanya sedikit kesadaran sipil yang dikemas sebagai keramahan antarteman.

Polisi Lalu Lintas akan hadir di klub-klub untuk berdialog, membagikan brosur, dan memutar video edukasi. Selain razia di jalan menuju pantai (yang akan tetap ketat), ada juga yang disebut “kehadiran” oleh Polisi Lalu Lintas: komunikasi. Hal yang sering dilupakan kampanye keselamatan jalan: berbicara dalam bahasa mereka yang sedang berdansa, bukan bahasa undang-undang lalu lintas yang kaku.
Ini langkah kecil, hampir sepele. Namun, jika direnungkan, ini salah satu ide paling masuk akal yang pernah ada. Di negara yang setiap musim panas jalannya dipenuhi statistik yang tak ingin dibaca siapa pun, seseorang memilih mengandalkan akal sehat, bukan sekadar hukuman. Menghargai mereka yang mengemudi tanpa alkohol, bukan hanya menghukum yang melanggar. Mengubah penolakan alkohol menjadi pengalaman bersama, bukan penghinaan. Bukankah itu indah?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!