SPONSORED

Quartararo Tegaskan Belum Kehilangan Ambisi

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Quartararo Tegaskan Belum Kehilangan Ambisi TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Fabio Quartararo menegaskan dirinya tidak memiliki apa pun untuk dibuktikan kepada publik meski telah menjalani 76 grand prix tanpa kemenangan di MotoGP. Juara dunia 2021 bersama Yamaha itu mengatakan motivasinya saat ini sepenuhnya berasal dari keinginan pribadi untuk kembali bersaing di barisan depan.

Sudah hampir empat tahun sejak Quartararo terakhir kali berdiri di puncak podium MotoGP. Situasi tersebut sangat kontras dibanding awal kariernya di kelas premier ketika ia hanya membutuhkan 19 balapan untuk meraih kemenangan pertama bersama Petronas Yamaha SRT pada musim keduanya.

Peluang terbaik Quartararo mengakhiri puasa kemenangan sebenarnya datang di Silverstone musim lalu sebelum kegagalan ride-height device menghancurkan peluangnya. Pembalap Prancis itu terlihat emosional usai balapan dan sempat menangis saat berbicara kepada media, namun pengalaman panjang menghadapi tekanan membuatnya belajar untuk segera bangkit dari situasi sulit.

MotoGP Revenue Surges Under Liberty Media in 2026
Read AlsoMotoGP Revenue Surges Under Liberty Media in 2026

“Saya tidak punya apa pun untuk dibuktikan. Jika saya masih di sini, itu hanya karena saya ingin kembali untuk diri saya sendiri,” ujar Quartararo kepada MotoGP.com.

ADVERTISEMENT

Sebelum sukses besar di MotoGP, Quartararo sempat mengalami periode sangat sulit pada masa Moto3 dan Moto2. Sejak usia muda ia sudah dibandingkan dengan Marc Marquez, namun ekspektasi tinggi justru membuat kariernya sempat stagnan setelah berpindah empat tim dalam empat musim.

“Dari usia 15 sampai 18 tahun, saya seperti hidup di neraka. Mereka sudah membandingkan saya dengan nama-nama besar, tetapi saya tidak mendapatkan hasil yang saya inginkan,” jelas Quartararo.

Karier Quartararo kembali bangkit ketika bekerja bersama Luca Boscoscuro di Speed Up Moto2 sebelum akhirnya promosi ke MotoGP. Namun setelah meraih gelar dunia 2021, Yamaha kesulitan mengikuti perkembangan teknologi yang dipimpin pabrikan Eropa, terutama dalam area aerodinamika dan ride-height device.

ADVERTISEMENT

Dari sisi teknis, Yamaha masih menghadapi tantangan besar dalam proyek mesin V4 baru mereka. Pada MotoGP Spanyol 2026, waktu balap Quartararo bahkan sekitar 20 detik lebih lambat dibanding performanya sendiri ketika finis runner-up dengan motor inline Yamaha musim sebelumnya. Hal itu memperlihatkan proses transisi V4 masih membutuhkan pengembangan panjang.

Meski demikian, Quartararo tetap mempertahankan reputasinya sebagai pembalap utama Yamaha. Lima pole position dan podium musim lalu menjadi bukti bahwa kecepatannya masih kompetitif ketika paket motor memungkinkan. Situasi tersebut juga memperkuat spekulasi mengenai kepindahannya ke Honda mulai 2027 meski pengumuman resmi belum dilakukan.

“Ketika Anda pernah merasakan kemenangan, Anda tidak ingin kehilangan perasaan itu,” kata Quartararo.

ADVERTISEMENT

Pembalap berusia 27 tahun itu menegaskan motivasinya tetap tinggi baik di dalam maupun luar lintasan. Ia bahkan mengaku menikmati latihan fisik ekstrem demi menjaga kondisi terbaik sebagai pembalap MotoGP modern yang harus menghadapi tuntutan fisik dan mental semakin besar.

Dengan MotoGP Prancis di Le Mans menjadi balapan kandangnya akhir pekan ini, Quartararo kini menghadapi salah satu momen paling penting musim 2026. Di tengah proses sulit Yamaha membangun kembali daya saing proyek V4, fokus Quartararo tetap jelas: kembali memenangkan balapan bukan demi membungkam kritik, tetapi demi dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU