SPONSORED

Perpisahan Zandvoort: Kenangan Terbaik Jurnalis dari GP Belanda

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Perpisahan Zandvoort: Kenangan Terbaik Jurnalis dari GP Belanda TO NEWS OVERVIEW
Perpisahan Zandvoort: Kenangan Terbaik Jurnalis dari GP Belanda

Zandvoort akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada Formula 1 akhir pekan ini. Sirkuit tepi pantai itu menjadi tuan rumah Grand Prix Belanda untuk terakhir kalinya, menutup babak yang dimulai pada 2021. Sebelum bendera finis berkibar untuk yang terakhir kalinya, para jurnalis kami berbagi momen paling berkesan dari trek yang dikelilingi bukit pasir ini.

Klub Malam Tanpa Henti

Bagi saya, edisi 2021 adalah pengalaman Zandvoort yang paling tak terlupakan. Tidak ada yang menyangka balapan bisa kembali ke bukit pasir Belanda setelah F1 meninggalkan negara itu pada 1985. Kehadiran sirkus F1 di Sirkuit Zandvoort terasa nyata namun seperti mimpi.

Saat itu, pembatasan COVID masih berlaku. GP Belanda menjadi salah satu acara olahraga besar pertama di negara itu setelah masa sulit. Belum lagi, 2021 adalah tahun persaingan gelar paling sengit dalam sejarah F1. Semua elemen itu menyatu, terutama di grid. Setelah lagu kebangsaan berkumandang, ketegangan terasa di udara. Momen puncaknya? Saat Max Verstappen memakai helmnya, DJ memutar 'Super Max' lagi – mungkin untuk ke-50 kalinya hari itu.

Crinkled McLaren rear wing among Dutch GP F1 upgrades
Read AlsoCrinkled McLaren rear wing among Dutch GP F1 upgrades

Dengan mobil 2021 yang sulit menyalip, segalanya bergantung pada start. Tekanan di pundak Verstappen sangat besar. Namun, ia mampu menahan tekanan itu dan memberi mimpi indah bagi para promotor. Christian Horner, bos Red Bull saat itu, merangkum akhir pekan dengan sempurna: "Seperti berada di klub malam tanpa henti selama empat hari."

ADVERTISEMENT

Liburan Pantai yang Tak Terduga

Saya masih ingat betapa terkejutnya saat mendengar Zandvoort masuk kalender F1. Meski sudah lama dirumorkan, trek ini terasa terlalu kuno dibandingkan sirkuit modern di Timur Tengah. Namun, kehadirannya justru memberi warna berbeda. Suasana pantai, bukit pasir, dan lautan oranye dari penggemar Red Bull membuat Zandvoort unik.

Yang paling saya ingat adalah atmosfer di tribun. Ribuan penggemar Belanda bernyanyi, melompat, dan menciptakan pesta yang belum pernah saya lihat di sirkuit lain. Meski balapannya tidak selalu spektakuler, energi penontonlah yang membuat Zandvoort istimewa. Ini adalah perpisahan yang layak untuk trek yang punya karakter kuat dan sejarah panjang.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU