Sergio Perez melontarkan pernyataan mengejutkan setelah Grand Prix Spanyol: Cadillac miliknya mampu menandingi kecepatan Alexander Albon dari Williams. Meski balapan berakhir pahit dengan kebocoran air yang memaksa dirinya pensiun, Perez justru membawa pulang optimisme besar dari Madring.

“Saya berada dalam satu detik dari Albon sepanjang balapan,” ujar Perez. “Itu hal paling positif akhir pekan ini. Kami benar-benar bisa mengikuti mereka sejak lap pertama. Bahkan saya pikir kami lebih cepat di stint kedua.”
Data mendukung klaim Perez. Keduanya memakai strategi sama: ban medium di stint pertama, lalu hard setelah virtual safety car. Di stint pertama, Perez tertinggal 0,403 detik per lap. Namun setelah beralih ke ban hard, pembalap Meksiko itu justru lebih cepat 0,351 detik per lap—sebelum masalah teknis dan blue flag menghambat lajunya. Sampel memang kecil (11 lap dan 8 lap), tapi konsisten.


Di sisi lain garasi, Valtteri Bottas justru frustrasi. Pembalap Finlandia itu harus puas finis di barisan belakang dan mengeluhkan degradasi ban yang parah. “Kami tahu harus meningkat. Mobil masih belum cukup kuat, dan kami perlu jauh lebih cepat,” keluhnya. “Degradasi hari ini menunjukkan betapa tertinggalnya kami.”
Masalah keandalan masih menjadi momok. Sepanjang musim 2026, Cadillac telah mengalami 11 kali pensiun/gagal start—lebih sedikit dari Aston Martin (15) tapi jauh lebih banyak dari Williams (7). Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim yang baru debut.
Meski belum mencetak poin, performa Perez di Spanyol memberikan harapan bahwa Cadillac bisa bersaing di lini tengah. Jika keandalan bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin mereka akan mengancam posisi tim-tim mapan. “Kami hanya perlu menjaga momentum ini,” tegas Perez.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!