Sergio Perez yakin kariernya di Formula 1 masih punya sisa sekitar tiga tahun lagi. Dan dia ingin memakai waktu tersebut untuk membangun proyek Cadillac dari nol, sebuah tantangan yang membuatnya tetap bersemangat setelah setahun penuh di luar grid.
Pembalap Meksiko itu harus angkat koper dari Red Bull pada akhir 2024 setelah musim yang sulit. Performanya menurun drastis sejak paruh kedua 2023, dan pada 2024 dia cuma mampu finis kedelapan di klasemen dengan empat podium. Sempat menganggur, kesempatan datang ketika Cadillac merekrutnya untuk menjadi bagian dari tim anyar mereka bersama Valtteri Bottas.
Dalam wawancara dengan podcast Beyond the Grid F1, Perez mengaku proyek ini memberi makna baru. Dia merasa lebih dari sekadar pembalap karena dilibatkan dalam pengembangan mobil dan arah tim. "Saya benar-benar merasa ini sebuah proyek. Membangun tim dari nol dan mulai dari posisi paling belakang, itu memotivasi saya," ujarnya.

Perez juga menegaskan bahwa momen untuk pensiun akan datang ketika "hasrat" dan fokusnya mulai berkurang. "Ada usia tertentu ketika kamu mulai menurun. Itu mesin di dalam dirimu. Ketika kamu pergi dan mulai jarang memikirkan mobil atau insinyur, itu alarm pertama," jelasnya.
Dengan target sekitar tiga tahun lagi, Perez berharap bisa meninggalkan warisan nyata di Cadillac. Dia sadar hanya sedikit pembalap yang diberi kesempatan membangun tim dari awal, dan dia tidak mau menyia-nyiakannya.
Keputusan Perez untuk bertahan di F1 dengan tantangan baru ini jelas berbeda dari sekadar mengejar kemenangan. Dia ingin membuktikan bahwa pengalaman dan visi seorang pembalap senior bisa menjadi fondasi kuat bagi tim baru untuk bersaing di masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!