Sergio Perez menilai degradasi ban menjadi masalah terbesar yang harus segera diselesaikan Cadillac setelah Formula 1 Miami Grand Prix 2026. Pembalap asal Meksiko itu mengakui paket upgrade terbaru tim menunjukkan potensi positif, tetapi performa balapan masih terganggu oleh penurunan grip yang terlalu cepat sepanjang stint.
Cadillac menjalani awal musim yang relatif kompetitif untuk ukuran tim baru Formula 1. Setelah empat putaran pertama, tim tersebut bahkan sempat unggul dari Aston Martin dalam persaingan menghindari posisi terbawah klasemen konstruktor. Hasil terbaik mereka sejauh ini datang melalui Valtteri Bottas yang finis ke-13 pada GP China.
Namun di Miami, untuk pertama kalinya sepanjang musim, kedua mobil Aston Martin berhasil mengungguli kedua Cadillac dalam sesi kualifikasi. Pada balapan utama, Perez juga terlibat duel langsung dengan Fernando Alonso sebelum akhirnya finis posisi ke-16, tepat di belakang pembalap Spanyol tersebut.

"Kami mengalami degradasi ban yang cukup besar. Saya pikir kami terlalu banyak menghabiskan performa ban sepanjang balapan," ujar Perez.
Miami menjadi debut paket upgrade besar pertama untuk chassis MAC-26. Tim membawa sejumlah revisi aerodinamika dan setup mekanis dengan tujuan meningkatkan keseimbangan mobil di area pengereman serta traksi keluar tikungan lambat. Meski ada indikasi peningkatan pace satu lap, Cadillac masih kesulitan menjaga temperatur dan konsistensi performa ban dalam long run.
Perez juga mengakui strategi pemilihan ban kemungkinan tidak berjalan optimal. Cadillac memilih kompon hard untuk stint utama, tetapi setelah balapan tim mulai menilai penggunaan ban soft mungkin akan memberikan hasil lebih kompetitif di kondisi lintasan Miami yang terus berkembang.
"Jika melihat kembali balapan, mungkin kami seharusnya menggunakan ban soft. Tetapi yang paling penting sekarang adalah memahami paket baru ini agar kami bisa membawa solusi lebih baik ke Kanada," jelas Perez.
Dari sisi teknis, degradasi ban sering menjadi indikator kombinasi beberapa masalah sekaligus, mulai dari distribusi beban aerodinamika, temperatur permukaan ban, hingga karakter suspensi belakang saat akselerasi. Sebagai tim baru, Cadillac masih berada dalam fase memahami korelasi data antara simulator, wind tunnel, dan performa nyata di lintasan.
Perez menegaskan pekerjaan terbesar Cadillac dalam beberapa pekan mendatang adalah menyatukan seluruh departemen teknis agar pengembangan mobil berjalan lebih sinkron. Dengan Formula 1 memasuki fase Eropa dan Kanada setelah jeda singkat, kemampuan Cadillac mengurangi degradasi ban diperkirakan akan menjadi faktor utama apakah mereka mampu bertahan dalam pertarungan midfield bawah sepanjang musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!