Pekan balapan akhir pekan ini di Autodromo Hermanos Rodriguez dimulai dengan situasi yang tidak biasa bagi Lando Norris. Sang juara dunia Formula 1 tersebut terpaksa harus merelakan sesi latihan bebas pertama untuk diserahkan kepada pembalap muda berbakat asal Italia, Leo Fornaroli, yang turun ke lintasan menggunakan mobil McLaren miliknya.
Dalam kesempatan tersebut, pembalap pengganti yang juga juara Formula 2 tersebut berhasil menyelesaikan 25 putaran dan menutup sesi di posisi ke-17. Kendala utama yang ia hadapi berkisar pada masalah manajemen ban yang cukup pelik di atas aspal sirkuit Meksiko yang licin. Ia mengakui bahwa sangat sulit untuk membawa kompon ban mencapai temperatur optimal sejak awal.
"Sangat sulit untuk membawa ban ke temperatur yang tepat. Saya langsung mengunci ban depan di tikungan pertama dan itu tentu saja merusak seluruh simulasi di atas ban lunak serta memengaruhi performa keseluruhan," ungkap sang pembalap penguji yang dijadwalkan tampil di ajang Kejuaraan Ketahanan Dunia pada musim mendatang.

Meskipun kehilangan waktu berharga di sesi pembuka, sang bintang utama asal Inggris tersebut tetap menunjukkan apresiasi tinggi terhadap kontribusi rekan setimnya di garasi. Ia merasa bahwa data yang dikumpulkan memberikan fondasi yang cukup solid untuk menghadapi sisa akhir pekan yang kompetitif ini.
"Terima kasih kepada Leo atas dukungannya pada sesi latihan pertama. Masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tim, tetapi kami memiliki dasar yang bagus untuk dibangun," jelas pemenang Grand Prix yang kini mengoleksi 13 kemenangan dalam karier gemilangnya di ajang jet darat.
Performa pembalap andalan skuad oranye pepaya ini langsung membaik ketika ia mengambil alih kemudi di sesi latihan kedua. Ia mampu merangsek naik ke posisi kedua dalam lembaran catatan waktu tercepat, hanya terpaut tipis di bawah catatan waktu milik pemimpin klasemen sementara kejuaraan.
Menanggapi potensi kecepatan mobilnya jelang perebutan posisi start terdepan, ia menegaskan bahwa peluang untuk merebut hasil maksimal tetap terbuka lebar. Tingkat persaingan yang sangat ketat di barisan depan membuat eksekusi di sesi penentuan nanti akan menjadi kunci utama.
"Jika melihat lemparan catatan waktu latihan kedua, ini sama sekali bukan hari yang buruk. Meskipun demikian, mengemudikan mobil dengan cepat kembali menghadirkan tantangan tersendiri. Kecepatan itu pasti ada, tetapi tingkat persaingan di grid sangat rapat. Oleh karena itu, bagaimana kami mengeksekusi babak kualifikasi nanti akan menjadi penentu," tegas sang pembalap.
Dengan modal kecepatan yang menjanjikan serta kerja keras teknis yang telah dilakukan bersama para insinyur di garasi, tensi persaingan menuju grid terdepan kini semakin memanas. Para penggemar balap tentu menantikan bagaimana strategi tim kepunyaan Zak Brown ini meramu set-up terbaik demi mengamankan posisi start ideal dalam rangkaian acara di Meksiko.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!