Pecco Bagnaia mengaku frustrasi dan gugup setelah menjalani Jumat yang sulit di Aragon MotoGP. Pembalap Ducati Lenovo itu bahkan butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum melakukan briefing bersama timnya.
Sementara rekan setimnya, Marc Marquez, tampil di posisi terdepan, Bagnaia justru kembali mengalami masalah grip yang sama seperti saat pekan balap di Silverstone.
Pada sesi latihan Jumat, empat pembalap Ducati finis di lima besar. Namun Bagnaia hanya mampu menempati posisi ke-13, yang membuatnya harus melaju ke Kualifikasi 1 pada Sabtu.

“Saya tidak menyangka performa seburuk ini. Saya berharap bisa lebih cepat,” ujar Bagnaia. “Sesuatu berubah dalam hal feeling sejak Silverstone. Di Sachsenring saya cukup percaya diri dan hasilnya membaik, tapi sejak Silverstone saya tidak nyaman di atas motor dan kesulitan melakukan hal-hal normal.”
Bagnaia juga mengungkapkan bahwa ia nyaris crash beberapa kali meski melaju lambat. “Di lap terakhir saya mencoba segalanya untuk masuk 10 besar, tapi di tikungan terakhir saya melebar. Saya tidak langsung masuk garasi karena saya sangat frustrasi dan gugup. Saya butuh menenangkan diri agar tidak mengganggu kerja tim.”
Ia menambahkan bahwa ia banyak berbicara dengan tim setelahnya untuk mencari solusi. “Untungnya, seperti biasa, Alex Marquez membuat perbedaan di banyak aspek. Saya berharap bisa mengikuti apa yang dia lakukan.”
Masalah utama yang ia rasakan adalah pengereman, entry corner, dan grip belakang. “Hampir semuanya,” katanya. “Saat saya masuk tikungan, saya kehilangan grip belakang tanpa sebab. Begitu saya membuka gas, 10-15 persen pertama langsung selip, dan sampai motor tegak lurus pun masih terus berputar.”
Meski begitu, Bagnaia tetap optimistis. “Tim bekerja dengan baik dan punya ide bagus. Saya harap itu bisa berhasil,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!