Pascal Wehrlein meninggalkan Monaco E-Prix 2026 dengan frustrasi besar setelah performanya anjlok drastis di balapan kedua akhir pekan Formula E di Principality. Pembalap Porsche itu mengaku kehilangan grip secara total setelah menggunakan set ban baru dari Hankook, situasi yang langsung memukul peluangnya dalam perebutan gelar dunia musim ini.
Wehrlein sebenarnya memulai akhir pekan di Monaco dengan paket yang kompetitif. Juara dunia Formula E 2024 tersebut menunjukkan kecepatan kuat dalam simulasi satu lap dan sempat diperkirakan mampu mengakhiri kutukan Porsche di Monaco, di mana pabrikan asal Weissach itu kini telah menjalani delapan balapan tanpa podium. Namun situasi berubah cepat ketika Wehrlein mengalami puncture setelah kontak dengan rekan setimnya, Nico Muller, pada balapan pertama sebelum kehilangan daya saing sepenuhnya di race kedua.
Penurunan performa Wehrlein menjadi salah satu anomali terbesar sepanjang akhir pekan karena kondisi lintasan Monaco justru lebih cepat pada hari Minggu. Meski tidak ada perubahan setup pada mobil Porsche 99X Electric miliknya, Wehrlein merasakan karakter mobil berubah total setelah pemasangan ban baru menjelang sesi kualifikasi kedua. Menurutnya, grip belakang dan keseimbangan mobil hilang secara signifikan dibanding set ban lama yang telah dipakai sepanjang hari sebelumnya.

"Mobil terasa sangat menjanjikan di pagi hari, kedua mobil terlihat kuat. Lalu kami memakai set ban baru saat kualifikasi dan seluruh karakter mobil berubah total. Tidak ada grip dan tidak ada balance," ujar Wehrlein kepada RacingNews365.
"Kami justru lebih cepat menggunakan ban yang sudah dipakai satu balapan penuh sehari sebelumnya. Saya benar-benar kehilangan kata-kata. Tidak ada yang terasa berada dalam kendali saya saat ini."
Masalah performa ban baru sebenarnya bukan pertama kali muncul sepanjang musim Formula E 2026. Beberapa pembalap sebelumnya juga mengeluhkan inkonsistensi grip dari kompon Hankook pada berbagai sirkuit berbeda. Namun dalam kasus Monaco, Wehrlein menilai kondisi tersebut jauh lebih sulit dijelaskan karena jadwal akhir pekan yang sangat rapat membuat perubahan temperatur lintasan hampir tidak signifikan antara practice dan qualifying.
Dari sisi klasemen, hasil buruk di Monaco memberikan dampak besar terhadap perburuan gelar Wehrlein. Pembalap Jerman itu datang ke Monaco dengan keunggulan tiga poin atas Mitch Evans, namun kini turun ke posisi keempat klasemen dan tertinggal 27 poin menjelang seri berikutnya di Sanya. Situasi tersebut meningkatkan tekanan terhadap Porsche yang sebelumnya tampil lebih konsisten dibanding rival seperti Jaguar dan Nissan dalam fase awal musim.
Wehrlein juga mengisyaratkan bahwa paddock Formula E telah mengetahui adanya persoalan konsistensi performa ban musim ini. Meski tidak secara langsung menyalahkan Hankook, ia menegaskan seluruh tim kini meminta transparansi lebih besar terkait variasi performa antar set ban. Dengan kalender memasuki fase krusial perebutan gelar, Porsche membutuhkan respons cepat untuk mencegah kehilangan momentum sebelum Formula E melanjutkan musim di Sanya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!