SPONSORED

Norris Kalah di Spanyol: VSC Jadi Biang Kerok?

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Norris Kalah di Spanyol: VSC Jadi Biang Kerok?
TO NEWS OVERVIEW
Norris Kalah di Spanyol: VSC Jadi Biang Kerok?

Lando Norris nyaris mengunci kemenangan di Grand Prix Spanyol. Namun, keberuntungan berkata lain. Virtual Safety Car (VSC) yang muncul di waktu yang 'sangat tidak menguntungkan' membuat keunggulannya menguap. Bahkan Kimi Antonelli, yang akhirnya menang, mengakui bahwa tanpa insiden tersebut, Norris yang akan berdiri di podium tertinggi.

Balapan berjalan 14 putaran ketika Aston Martin milik Lance Stroll berhenti di run-off Tikungan 20. Norris saat itu memimpin dengan nyaman, unggul sekitar lima detik. Masalahnya, ia sudah melewati pintu masuk pit ketika race control memutuskan VSC. Sementara itu, Antonelli yang berada 6,5 detik di belakangnya, berada di posisi sempurna untuk langsung masuk pit.

VSC tetap menyala saat Norris melaju perlahan, berkomitmen untuk pit di akhir putaran berikutnya. Namun, tepat sebelum ia memasuki Tikungan 21, VSC berakhir. Akibatnya, saat Norris masuk pit, ia kehilangan waktu maksimal sekitar 25 detik. Pit stop yang lambat memperburuk keadaan. Ia turun ke posisi kelima di belakang George Russell.

Norris Loses Spanish GP Win: Was VSC the Culprit?
Read AlsoNorris Loses Spanish GP Win: Was VSC the Culprit?

Meskipun memiliki keunggulan pace yang jelas, nasib Norris ditentukan oleh dua faktor: degradasi ban hard yang minim dan overtaking yang nyaris mustahil tanpa perbedaan ban yang besar. Prinsipal McLaren, Andrea Stella, yakin jika overtaking memungkinkan, Norris akan kembali memimpin. "Jika overtaking mungkin hari ini, kami akan memiliki Lando di depan lagi karena keunggulan pace-nya signifikan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pada akhirnya, Norris finis ketiga, di belakang Antonelli (yang mengakui keberuntungannya) dan Max Verstappen. Timing VSC memang tidak bisa lebih kejam: terlalu lambat bagi Norris untuk bereaksi, dan terlalu cepat baginya untuk mendapat keuntungan. McLaren akan menganalisis apakah ada cara untuk mengantisipasi situasi seperti itu di masa depan.

Dua pertanyaan kunci akan menjadi fokus McLaren dalam beberapa hari ke depan. Pertama, haruskah mereka mengantisipasi VSC? Dengan hindsight, cara terbaik untuk menyelamatkan kemenangan Norris adalah pit begitu situasi Stroll mulai berkembang. Meskipun tidak ada yang bisa dilakukan untuk bereaksi lebih cepat terhadap VSC, McLaren ingin memahami apakah ada informasi dari kondisi dan lokasi mobil Stroll yang cukup untuk memprediksi bahwa situasi akan berubah dari double yellow menjadi VSC.

Kedua, apakah mereka bisa lebih cepat mengambil keputusan? Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi tim yang berbasis di Woking tersebut. GP Spanyol menjadi pengingat keras bahwa dalam F1, keberuntungan dan strategi seringkali berjalan seiring.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU