SPONSORED

Nasib Mesin Red Bull di F1 Masih Menggantung Jelang GP Italia

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Nasib Mesin Red Bull di F1 Masih Menggantung Jelang GP Italia
TO NEWS OVERVIEW
Nasib Mesin Red Bull di F1 Masih Menggantung Jelang GP Italia

Nasib pengembangan mesin Red Bull di Formula 1 musim 2025 masih belum jelas. Keputusan terkait peluang upgrade mesin akan diumumkan oleh FIA sebelum Grand Prix Italia, dan hasilnya bisa menentukan arah sisa musim tim asal Milton Keynes itu.

FIA diperkirakan akan merilis temuan analisis kedua terkait aturan Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) dalam pekan ini. Aturan ini mengatur seberapa banyak pengembangan yang boleh dilakukan pabrikan mesin selama musim berjalan, berdasarkan perbandingan performa antar pabrikan pada periode tertentu.

Pada periode pertama yang mencakup GP Australia hingga GP Kanada, Red Bull dinyatakan sebagai tolok ukur (benchmark) dengan keunggulan lebih dari 2 persen dari semua pabrikan lain. Konsekuensinya, Red Bull tidak diizinkan melakukan pengembangan tambahan, termasuk tidak bisa membawa spesifikasi mesin baru hingga akhir musim.

Russell: Lando Norris a 'Specialist' on Zandvoort-Style Tracks
Read AlsoRussell: Lando Norris a 'Specialist' on Zandvoort-Style Tracks

Keputusan itu sempat ditentang Red Bull yang meminta FIA meninjau ulang data mereka. Proses review telah berlangsung, namun hasilnya belum diumumkan secara publik. Dilansir dari The-Race, tidak ada bukti yang mengubah pandangan FIA, sehingga keputusan awal kemungkinan tetap dipertahankan.

ADVERTISEMENT

Kini, hasil periode kedua ADUO yang mencakup GP Monako hingga GP Hungaria juga sudah final. Berdasarkan kesepakatan dengan pabrikan, FIA wajib memberitahukan hasilnya sebelum GP Italia, sehingga pengumuman resmi bisa datang kapan saja.

Hasil periode kedua ini sangat krusial bagi Red Bull. Jika mereka tertinggal lebih dari 2 persen dari rival terdekat, maka pintu pengembangan terbuka dan mereka bisa memperkenalkan upgrade mesin sebelum akhir tahun. Sebaliknya, jika mereka masih unggul atau dalam jarak 2 persen dari Mercedes, maka tidak ada kesempatan tambahan.

Jika pintu itu kembali tertutup, Red Bull masih punya satu peluang terakhir di periode ketiga yang berlangsung dari GP Belanda hingga GP Amerika Serikat. Periode itu menjadi jendela terakhir sebelum reset aturan pada musim 2027.

ADVERTISEMENT

Sistem ADUO sendiri menuai kontroversi karena penilaiannya tidak berdasarkan performa keseluruhan mesin, melainkan hanya komponen internal combustion engine (ICE). Dalam aspek ini, Red Bull diyakini sangat kompetitif, bahkan disebut lebih unggul dari pabrikan lain, meski Mercedes dianggap memiliki unit tenaga terbaik secara keseluruhan.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU