Momen paling menegangkan di MotoGP Aragon akhir pekan lalu bukan terjadi di tikungan terakhir, melainkan di lintasan lurus belakang yang panjang. Marc Marquez dan Marco Bezzecchi terlibat duel sengit memperebutkan posisi terdepan dengan kecepatan mencapai 350 km/jam.
Duel pada lap keenam ini bermula ketika Marquez menyalip Bezzecchi di chicane, namun pembalap Aprilia itu berhasil kembali sejajar setelah keluar dari tikungan dengan lebih baik. Saat keduanya melaju berdampingan menuju tikungan berikutnya, motor mereka mulai bergoyang hebat akibat turbulensi udara yang saling tarik-menarik.
"Ini momen yang luar biasa. Maksudku, momen yang menakutkan," ujar Marquez. "Dengan semua aerodinamika, pada kecepatan 300 km/jam motor kami seperti saling menyedot. Saya mencoba memberi ruang dan bergerak ke sisi kanan, tapi kami seperti menempel. Kalau lihat tayangan ulang, bahkan ada wheelie kecil di gigi enam! Dan mustahil untuk menjauh dari motornya."

Meski sempat menegangkan, Marquez mengakui momen itu menjadi tontonan menarik bagi para penggemar. "Lalu tiba titik di mana Marco sedikit menyerah karena berada di sisi yang kotor (kotoran di lintasan)," tambahnya.
Sementara Marquez tetap bertahan di posisi terdepan, Bezzecchi justru kehilangan posisi kedua dari Pedro Acosta. Ketiganya akhirnya finis dengan urutan yang sama hingga akhir balapan.
"Begitu memimpin, saya mencoba mengatur ritme," jelas Marquez. "Saat tersisa sepuluh lap, saya mendorong sedikit, membuka jarak, dan mengontrol lagi."
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Marquez di Aragon sebagai pembalap Ducati menjadi enam balapan beruntun, dengan keunggulan 1,8 detik atas Acosta. Hasil ini juga mengangkat Marquez ke posisi kedua klasemen, unggul atas Bezzecchi dan tertinggal 19 poin dari Jorge Martin.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!