Teka-teki besar tengah menyelimuti garasi Mercedes setelah paket upgrade terbaru pada mobil W17 justru memunculkan penurunan performa yang membingungkan. Alih-alih mendapatkan suntikan kecepatan yang diprediksi mampu menjauhkan mereka dari para rival di Formula 1, skuad pabrikan asal Jerman ini justru dihadapkan pada misteri data yang tidak sinkron antara simulasi angin dan lintasan nyata. Dilansir dari The-Race, situasi ini memaksa tim untuk mengevaluasi segala opsi yang tersedia, termasuk potensi menjalankan pengujian kembali dengan paket komponen lama demi membedah masalah.
Kedatangan Mercedes di Malaysia dibarengi dengan ekspektasi tinggi menyusul rombakan besar pada mobil mereka. Namun, alih-alih menghasilkan peningkatan waktu lap sebesar 0,3 detik seperti yang terpampang dalam data pabrikan, prinsipal tim Toto Wolff justru dibuat kebingungan. Ia bahkan menduga pembaruan tersebut justru membuat mobil mengalami kemunduran hingga 0,5 detik, sementara Red Bull bersama Max Verstappen sukses mengamankan kemenangan perdana mereka musim ini di sirkuit tersebut.
Para insinyur dibuat pusing karena data downforce tambahan terlihat sangat menjanjikan di atas kertas, namun sama sekali tidak berdampak positif pada catatan waktu lap di lintasan. Keuntungan signifikan yang berhasil dicatatkan pada tikungan-tikungan cepat justru harus dibayar mahal dengan hilangnya performa di tikungan lambat, serta berdampak negatif pada kecepatan tertinggi di trek lurus. Tantangan terbesar Mercedes saat ini adalah memilah seberapa besar kerugian performa yang disebabkan oleh komponen baru atau seberapa besar pengaruh karakteristik unik dari permukaan lintasan Sepang yang kasar serta suhu lintasan yang ekstrem.

Pemimpin klasemen kejuaraan dunia Kimi Antonelli turut memberikan pandangannya mengenai situasi pelik yang sedang dihadapi timnya. "Itu adalah pertanyaan yang harus kami jawab karena kami tidak benar-benar tahu apakah komponen itu membuat kami lebih cepat atau lebih buruk," ujar Kimi Antonelli. Ia menambahkan bahwa timnya kerap mengalami kesulitan ketika membalap di atas aspal yang sangat tua, seperti yang pernah mereka rasakan di Zandvoort di mana McLaren tampil jauh lebih cepat pada permukaan serupa.
Meskipun kondisi aspal dapat menjadi alasan masuk akal untuk menjelaskan masalah cengkeraman di tikungan lambat, faktor tersebut tidak memengaruhi penurunan kecepatan puncak mobil di lurusan. Wakil prinsipal tim Bradley Lord menjelaskan bahwa masalah kecepatan tertinggi tersebut kemungkinan besar berkaitan erat dengan peningkatan drag akibat tambahan downforce pada mobil. "Itu mungkin salah satu tanda tanya yang lebih kecil," ucap Bradley Lord. Menghadapi pekan balap Grand Prix Singapura yang akan datang, Mercedes dipastikan akan menjalani evaluasi teknik secara intensif demi menemukan solusi cepat di lintasan jalan raya Marina Bay.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!