Bayang-bayang penalti turun posisi di grid akibat pergantian komponen mesin akhirnya harus dihadapi oleh George Russell dan tim Mercedes menjelang akhir pekan Formula 1 GP Singapura. Kegagalan unit daya yang dialami pembalap asal Inggris tersebut pada balapan sebelumnya memberikan hantaman telak bagi ambisi perebutan gelar juaranya musim ini.
Masalah mekanis yang terjadi pada tahap akhir balapan membuat selisih poin dengan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, melebar secara signifikan setelah sang pembalap Italia sukses finis di posisi kedua. Kegagalan menyakitkan ini langsung memukul rencana awal Silver Arrows untuk menyiasati waktu pengambilan penalti mesin baru.
Sebelumnya, tim asal Jerman tersebut tiba dengan membawa pembaruan mesin yang dibantu sistem ADUO. Russell sempat menjelaskan kepada media, termasuk Motorsport Week, mengenai alasan penalti tidak diambil lebih awal. "Saya harus mengambilnya lagi, jadi itu sama sekali tidak masuk akal bagi saya," ujarnya mengenai dilema pemilihan waktu penalti tersebut.

Situasi pelik ini memaksa skuad pabrikan Jerman untuk mengambil penalti sekarang, yang berarti Russell harus rela memulai balapan dari posisi paling buncit atau mendekati barisan belakang di Sirkuit Marina Bay. Mengingat karakteristik lintasan jalan raya Singapura yang sangat sempit dan minim peluang untuk melakukan aksi salip-menyalip, keputusan ini menjadi ujian maha berat bagi sang pembalap.
Saat ini, Russell tertinggal 84 poin di belakang Antonelli menjelang akhir pekan balapan. Di sisi lain, Antonelli sebelumnya justru mampu membuktikan kapasitasnya dengan mengonversi start dari barisan belakang akibat penalti mesin di Monza menjadi sebuah kemenangan impresif setelah menaklukkan Russell di fase-fase penutup.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!