Advertisement Sportrik
15s

Menang Tapi Ditegur! Toto Wolff Semprot Kimi Antonelli di GP China

Menang Tapi Ditegur! Toto Wolff Semprot Kimi Antonelli di GP China
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Prinsipal tim Toto Wolff mengungkapkan bahwa ia sempat meminta Kimi Antonelli untuk menghentikan “hal yang tidak perlu” selama Grand Prix China 2026 ketika pembalap muda Mercedes itu melaju menuju kemenangan perdananya di Formula 1.

Antonelli mencatat sejarah di Shanghai International Circuit setelah meraih pole position pada usia 19 tahun, enam bulan, dan 18 hari, menjadikannya pole-sitter termuda dalam sejarah Formula 1. Rekor tersebut mematahkan catatan sebelumnya yang dipegang oleh Sebastian Vettel, yang meraih pole pertamanya pada usia 21 tahun, dua bulan, dan 11 hari.

Meski memulai balapan dari posisi terdepan, Antonelli tidak berpeluang memecahkan rekor pembalap termuda yang memenangkan grand prix. Rekor tersebut masih dipegang oleh Max Verstappen, yang meraih kemenangan pada usia 18 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari.

Red Bull's Downfall? The Technical Crisis Behind Verstappen’s 2026 Struggles
Read AlsoRed Bull's Downfall? The Technical Crisis Behind Verstappen’s 2026 Struggles

Namun fokus utama Antonelli di Shanghai adalah mengamankan kemenangan Formula 1 pertamanya. Pada start balapan, ia sempat kehilangan posisi terdepan setelah disalip oleh Lewis Hamilton di Tikungan 1.

ADVERTISEMENT

Pembalap Italia itu dengan cepat merebut kembali posisi pertama pada lap kedua ketika ia menyalip mobil Ferrari Hamilton di tikungan hairpin. Setelah kembali memimpin balapan, Antonelli mampu menjaga ritme yang konsisten sepanjang lomba.

Ia kemudian membangun keunggulan yang cukup aman atas tiga pembalap yang terlibat pertarungan di belakangnya, yakni rekan setimnya George Russell, Hamilton, dan Charles Leclerc.

Memasuki tiga lap terakhir balapan, Antonelli memimpin Russell dengan selisih sekitar sembilan detik. Namun sebuah kesalahan kecil terjadi ketika ia mengalami lock-up di tikungan hairpin dan keluar sedikit dari lintasan.

ADVERTISEMENT

Kesalahan tersebut membuat keunggulannya terpangkas oleh Russell. Momen itu segera memicu reaksi dari pit wall Mercedes.

“Itu tipikal Kimi,” ujar Toto Wolff melalui radio kepada race engineer Peter Bonnington.

“Saya mengatakan kepada Bono untuk memberitahunya menghentikan hal-hal seperti itu. Kita hanya perlu membawa mobil ini ke garis finis. Kita tidak membutuhkan fastest lap lagi,” tambah Wolff.

ADVERTISEMENT

Meski sempat kehilangan sebagian keunggulannya, Antonelli tetap mampu mengendalikan situasi dan akhirnya meraih kemenangan dengan selisih lima detik dari Russell. Hamilton melengkapi podium dengan finis di posisi ketiga.

Setelah kemenangan tersebut, Wolff memberikan pesan radio yang bernada bercanda kepada pembalap mudanya.

“Dia terlalu muda. Kita seharusnya tidak menempatkannya di Mercedes. Masukkan dia ke tim kecil dulu agar mendapat pengalaman,” kata Wolff melalui radio tim.

ADVERTISEMENT

“Baiklah Kimi, kemenangan,” tambahnya.

Ketika berbicara kepada media setelah balapan, Wolff menjelaskan bahwa komentar tersebut merupakan respons terhadap kritik yang pernah muncul terhadap keputusan Mercedes mempromosikan Antonelli ke kursi utama Formula 1.

Menurut Wolff, beberapa pihak sebelumnya mempertanyakan apakah Antonelli terlalu muda untuk langsung membalap di tim papan atas seperti Mercedes.

ADVERTISEMENT

“Ketika situasi tidak berjalan baik, selalu ada orang yang mengatakan bahwa keputusan itu salah dan Mercedes mengambil terlalu banyak risiko,” jelas Wolff.

Namun ia menegaskan bahwa tim tetap yakin dengan potensi pembalap muda Italia tersebut sejak awal.

“Kami selalu percaya pada bakatnya, dan sekarang kami mulai melihat hasilnya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Wolff menegaskan bahwa kemenangan di China tidak boleh langsung menciptakan tekanan besar bagi Antonelli. Ia mengingatkan bahwa perjalanan karier seorang pembalap muda masih panjang dan penuh tantangan.

“Ini baru satu kemenangan. Hari ini luar biasa, tetapi dua minggu lagi kami akan berada di Jepang dan mungkin dia membuat kesalahan,” kata Wolff.

Menurutnya, penting bagi tim dan pembalap untuk tetap menjaga perspektif realistis terhadap perkembangan karier Antonelli.

“Kita harus tetap berpijak di bumi,” tambahnya.

Wolff juga mengingat kembali perjalanan panjang Antonelli dalam program pembinaan pembalap Mercedes. Pembalap Italia tersebut telah menjadi bagian dari akademi Mercedes sejak usia 11 tahun.

Dalam beberapa momen sebelumnya, termasuk ketika mengalami kecelakaan pada beberapa sesi latihan musim lalu, muncul kembali pertanyaan mengenai kesiapan Antonelli untuk membalap di level tertinggi.

Namun Mercedes tetap mempertahankan keyakinannya terhadap kemampuan pembalap muda tersebut.

“Kami tetap percaya bahwa dia mampu melakukannya, dan sekarang kami mulai memetik hasilnya,” kata Wolff.

Kemenangan di Shanghai menandai tonggak penting dalam karier Antonelli sekaligus memperkuat posisi Mercedes sebagai salah satu tim yang paling kompetitif pada awal musim Formula 1 2026.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU