McLaren akhirnya kembali ke jalur kemenangan di Grand Prix Hungaria setelah melewati tujuh bulan yang penuh perjuangan. Kepala tim Andrea Stella blak-blakan bahwa timnya membayar "harga yang berat" untuk mempertahankan gelar pada 2025, yang berdampak langsung pada performa awal musim ini.
Tim asal Woking itu masuk musim 2026 sebagai juara bertahan ganda, setelah mengunci gelar konstruktor dan pembalap musim lalu. Namun, era regulasi baru yang besar membuat McLaren tertinggal dari Mercedes yang langsung tampil dominan sejak seri pembuka.
Stella menjelaskan bahwa pengembangan mobil 2025 yang dipaksakan hingga akhir musim, demi mengejar Max Verstappen yang tampil kuat di akhir musim, membuat tim kehilangan momentum untuk mobil 2026. "Kami menyadari betapa mahalnya harga yang kami bayar untuk upaya ekstra di 2025," ujarnya, seperti dikutip dari laporan resmi tim.

Meski sempat meraih podium sporadis di awal musim, McLaren baru benar-benar kompetitif setelah membawa upgrade besar di Hungaria. Lando Norris berhasil memenangi balapan tersebut, menjadi sinyal bahwa tim kembali ke peta persaingan.
Stella menekankan bahwa kebangkitan ini bukan kebetulan. "Pelajaran terpenting dari tujuh bulan kerja keras ini adalah bahwa di masa sulit, persatuan adalah kekuatan," katanya. "Kami membuktikan bahwa kohesi tim sangat krusial untuk bangkit kembali."
Dengan kemenangan di Hungaria, McLaren kini memiliki modal berharga untuk menghadapi sisa musim. Namun, Stella mengingatkan bahwa tantangan masih panjang, dan tim harus terus fokus pada pengembangan jangka panjang tanpa mengorbankan performa di lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!