Menatap seri balap Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Max Verstappen melontarkan candaan khas paddock bahwa dirinya harus memesan tulang belakang baru akibat kondisi lintasan yang terkenal sangat bergelombang dan menguji ketahanan fisik para pembalap.
Pembalap asal Belanda tersebut sempat menghadapi awal musim yang cukup terjal sebelum akhirnya berhasil bangkit dan kembali merangsek ke barisan depan persaingan juara. Meskipun momentum kemenangan telah kembali di tangan setelah hasil positif di beberapa seri sebelumnya, sang juara dunia empat kali ini memilih untuk meredam ekspektasi publik menjelang kunjungan ke Austin dan Meksiko.
Karakteristik Circuit of the Americas dan Autodromo Hermanos Rodriguez memang selalu menghadirkan tantangan teknis yang sangat kontras bagi setiap tim kontestan. Lintasan di Texas dikenal memiliki kontur aspal yang tidak rata dan bergelombang parah, sementara seri di Meksiko menuntut efisiensi aerodinamika maksimal akibat tipisnya udara di sirkuit bertaraf dataran tinggi tersebut.

Menanggapi tantangan fisik yang menanti di Austin, Verstappen memberikan ulasan blak-blakan mengenai kondisi lintasan yang ia amati dari ajang balap ketahanan dunia. Ia merasa bahwa redaman suspensi mobil F1 akan diuji secara ekstrem sepanjang akhir pekan balapan mendatang.
"Maksud saya, sangat sulit untuk dikatakan. Saya tidak ingin bilang sekarang bahwa saya akan langsung bertarung di barisan depan di Austin, tetapi ya, akhir pekan-akhir pekan terakhir ini luar biasa," ujar Verstappen. Ia menambahkan bahwa dirinya memilih menjalani akhir pekan secara bertahap sambil memantau tingkat kesulitan trek.
"Tapi saya hanya menjalaninya bal demi balap, dan begitu kita berada di Austin, barulah kita lihat bagaimana kelanjutannya di sana. Tapi itu sekali lagi trek yang sangat berbeda. Dari apa yang saya lihat di WEC, treknya sangat bergelombang. Ya Tuhan, saya mungkin harus memesan tulang belakang baru setelah akhir pekan ini, atau menjadi seperti Robocop. Gila," keluhnya menggambarkan betapa parahnya gundukan di sirkuit tersebut.
Selain masalah kontur aspal, tantangan berikutnya yang langsung mengadang Red Bull adalah suhu ekstrem dan performa unit daya di udara tipis Mexico City. Seluruh komponen mesin dipastikan bekerja jauh lebih keras dari biasanya, memaksa para insinyur bekerja ekstra cermat dalam mengatur setelan pendinginan agar tidak terjadi masalah keandalan.
"Itu sekali lagi tantangan baru bagi semua orang, Anda tahu, untuk menghadapi gundukan-gundukan tersebut. Dan kemudian kita pergi dari situ. Kita harus pergi ke Meksiko, sekali lagi, dataran tinggi, semuanya akan berjalan sangat panas. Kita perlu melihat bagaimana performa mesin di ketinggian itu, bagaimana mobil berperilaku, karena sangat berbeda. Jadi, Anda tahu, ada begitu banyak hal berbeda yang bisa Anda buat benar atau salah dalam balapan-balapan itu, tetapi kita lihat saja nanti," pungkasnya menutup sesi wawancara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!