Advertisement Sportrik
15s

Max Verstappen Diminta Fokus, Kritik Regulasi F1 Disorot

Max Verstappen Diminta Fokus, Kritik Regulasi F1 Disorot
© Red Bull Content Pool

Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen mendapat sorotan tajam setelah diminta untuk menghentikan kritik terhadap regulasi baru Formula 1 2026 dan lebih fokus membantu Red Bull Racing yang tengah menghadapi awal musim sulit.

Pembalap asal Belanda itu mencatat start terburuk sejak 2018, hanya mengoleksi delapan poin dari dua seri pembuka di Australia dan China. Situasi semakin memburuk setelah ia gagal finis di GP China akibat masalah pendinginan pada sistem ERS setelah 45 lap, yang berdampak langsung pada posisinya di klasemen sementara.

Selain performa di lintasan, Verstappen juga menjadi sorotan karena kritik keras terhadap regulasi baru Formula 1 yang memperkenalkan distribusi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan energi listrik. Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai “Formula E versi ekstrem”, bahkan menyebutnya “seperti Mario Kart” dan “lelucon”, serta mendesak adanya perubahan regulasi.

Max Verstappen Told to Stop Criticism, Help Red Bull Recover
Read AlsoMax Verstappen Told to Stop Criticism, Help Red Bull Recover

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, menilai bahwa Verstappen perlu mengalihkan fokusnya dari kritik publik ke kontribusi teknis bagi tim.

ADVERTISEMENT

“Max telah membuktikan bahwa dia adalah pembalap tercepat. Namun sekarang dia harus membantu timnya yang sedang mengalami masalah, dan berhenti mengeluh,” ujar Schumacher kepada Sky Germany.

Schumacher juga mempertanyakan keputusan Verstappen untuk tetap berpartisipasi dalam balapan lain di luar Formula 1, termasuk rencana tampil di ajang 24 jam Nürburgring. Ia menilai bahwa aktivitas tersebut berpotensi mengalihkan fokus yang seharusnya diarahkan pada pengembangan mobil Red Bull.

“Keputusan untuk balapan di seri lain memang bisa dilakukan, tetapi tidak benar-benar diperlukan dalam situasi seperti ini,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menekankan bahwa seluruh tim dan pembalap telah mengetahui arah regulasi baru sejak beberapa tahun lalu, sehingga kritik yang muncul saat ini dinilai kurang relevan.

“Regulasi ini sudah ditetapkan empat tahun lalu. Semua tim pada saat itu bahkan menginginkan porsi elektrifikasi yang lebih besar. Banyak investasi besar telah dilakukan untuk itu,” jelas Schumacher.

Terlepas dari kritik tersebut, Verstappen tetap dijadwalkan tampil dalam ajang NLS2 di Nürburgring Nordschleife sebagai bagian dari persiapannya menuju balapan 24 jam yang akan digelar akhir tahun. Ia akan mengendarai Mercedes-AMG GT3 dalam proyek balap ketahanan di luar kalender Formula 1.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, prinsipal tim Laurent Mekies memberikan pandangan berbeda. Ia menilai bahwa keterlibatan Verstappen dalam berbagai disiplin balap justru memberikan dampak positif terhadap performanya di Formula 1.

“Anda mungkin berpikir bahwa itu menguras energi, tetapi sebenarnya justru memberikan tambahan energi baginya,” ungkap Mekies dalam pernyataan sebelumnya.

Dari perspektif kompetitif, situasi ini menempatkan Red Bull dalam tekanan untuk segera mengatasi permasalahan teknis sekaligus menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang mengubah karakter performa mobil. Kritik dari Verstappen mencerminkan tantangan adaptasi terhadap era baru Formula 1, namun ekspektasi dari internal dan eksternal tetap menuntut kontribusi langsung di lintasan.

ADVERTISEMENT

Dengan kalender musim yang masih panjang, fokus kini tertuju pada bagaimana Verstappen dan Red Bull merespons tekanan ini, baik dari sisi pengembangan teknis maupun konsistensi hasil, menjelang seri berikutnya dalam perebutan gelar juara dunia 2026.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU