SPONSORED

Marquez: Tak Bisa Andalkan Sirkuit Favorit untuk Juara

Notifikasi
0
Marquez: Tak Bisa Andalkan Sirkuit Favorit untuk Juara TO NEWS OVERVIEW
Marquez: Tak Bisa Andalkan Sirkuit Favorit untuk Juara

Marc Marquez mengakui bahwa ia tidak bisa mengandalkan hanya sirkuit-sirkuit yang mendukungnya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2024. Pernyataan ini muncul setelah ia kehilangan poin besar di Silverstone, yang membuatnya semakin tertinggal dari pemuncak klasemen.

Pebalap Ducati itu datang ke Inggris dengan percaya diri setelah kemenangan gemilang di Sachsenring, di mana ia berhasil memangkas jarak 22 poin dari Jorge Martin. Namun, akhir pekan di Silverstone justru berubah menjadi mimpi buruk. Marquez kehilangan 22 poin lagi dari Martin, dan kini ia tertinggal 40 poin dari puncak klasemen. Lebih buruk lagi, ia juga disalip oleh Marco Bezzecchi dalam perebutan posisi runner-up.

Di Silverstone, Marquez sadar bahwa ia harus membatasi kerugian, tetapi hasilnya lebih buruk dari perkiraan. Ia bahkan bukan pebalap Ducati terbaik di akhir balapan, baik pada sprint race maupun balapan utama. Performa yang inkonsisten ini menjadi perhatian serius bagi tim pabrikan Borgo Panigale.

Marquez: Can't Rely Only on Favorable Tracks to Win Title
Read AlsoMarquez: Can't Rely Only on Favorable Tracks to Win Title

Kini, MotoGP akan segera memasuki putaran kandang Marquez di Aragon. Namun, pebalap berjuluk Baby Alien itu menegaskan bahwa strategi hanya mengandalkan sirkuit yang disukai tidak akan cukup untuk bersaing di kejuaraan dunia. “Jika Anda ingin bertarung untuk gelar, Anda tidak bisa menunggu sirkuit yang Anda sukai,” ujarnya, dikutip dari AS. “Anda harus memberikan yang terbaik di semua trek, dan saat ini kami belum melakukannya.”

ADVERTISEMENT

Marquez juga menambahkan bahwa selisih 40 poin bukanlah hal yang kecil, tetapi masih mungkin untuk dikejar. “40 poin bukanlah jarak yang besar, tapi itu tetap satu akhir pekan penuh,” katanya. “Sekarang ada tiga atau empat sirkuit yang harus kami jalani dengan penuh tekad jika kami ingin meraih sesuatu.”

Pernyataan ini menunjukkan tekanan yang dirasakan Marquez dalam usahanya untuk kembali menjadi juara dunia. Dengan sisa musim yang semakin menipis, setiap balapan menjadi krusial, dan ia tidak bisa lagi membuang-buang poin. Pertanyaannya, mampukah ia bangkit di Aragon dan mengejar ketertinggalan?

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU