Menghadapi tantangan berat di Sirkuit Mandalika, Marc Marquez dengan tegas menolak untuk menyalahkan set-up motor Ducati atas kendala traksi yang dialaminya sepanjang akhir pekan MotoGP Indonesia. Juara dunia delapan kali itu mengakui bahwa masalah utama terletak pada gaya balapnya sendiri, meskipun Aprilia sempat menunjukkan keunggulan traksi yang signifikan.
Setelah sesi latihan bebas hari Jumat, pembalap asal Spanyol ini sempat menyuarakan optimisme tinggi kepada krunya dalam video dokumenter Inside Ducati. Ia mengungkapkan bahwa semakin banyak karet yang menempel di lintasan, semakin baik pula performanya di atas lintasan karena ia sangat mengandalkan sudut kemiringan ekstrem saat menikung.
Kendati demikian, masalah traksi kembali menghantui sang pembalap pada hari Sabtu, yang memicu manajer tim Davide Tardozzi untuk menyarankan evaluasi menyeluruh. Tardozzi menyarankan agar Marquez mencoba menyesuaikan posisi tubuh serta set-up motor demi mendapatkan cengkeraman ban yang lebih optimal di atas aspal panas.

Akan tetapi, tanggapan spontan dilontarkan oleh sang bintang dengan mengatakan bahwa itu bukan masalah set-up melainkan dirinya sendiri. Setelah mengamankan posisi keempat di sesi kualifikasi, ia sukses memberikan kejutan besar bagi garasinya dengan meraih kemenangan Sprint Race secara dramatis setelah para rival utamanya mengalami kendala teknis.
Sayangnya, hasil manis tersebut tidak terulang secara penuh pada balapan utama hari Minggu di mana ia harus puas finis di posisi keenam setelah terlibat duel sengit melawan Pedro Acosta. Acosta sendiri mengakui bahwa dirinya mengalami masalah besar dengan tekanan ban yang memaksanya harus bertukar posisi dengan sang senior selama pertarungan sengit di lintasan yang bersuhu trek mencapai 60 derajat Celsius tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!