Menjelang akhir pekan krusial di Sirkuit Lusail, Marc Marquez akhirnya membuka tabir mengenai titik balik yang membuatnya kembali memanaskan persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Setelah awal musim yang sulit pasca-operasi bahu, pembalap andalan Ducati Lenovo Team ini kini berdiri di ambang kejayaan, dengan peluang besar untuk mengunci gelar juara dunia ke-10 di Qatar.

Marquez mengungkapkan bahwa GP Sachsenring pada bulan Juli menjadi momen krusial di mana ia menyadari bahwa peluangnya untuk kembali bertarung di papan atas masih terbuka lebar. Saat itu, ia tertinggal 102 poin dari puncak klasemen setelah penampilan yang kurang impresif di Mugello. Namun, momentum berbalik drastis dengan kemenangan ganda di Balaton Park yang memicu rentetan lima kemenangan dari delapan seri berikutnya.
"GP Sachsenring adalah saat saya mulai merasa bahwa kami kembali dalam permainan, bahwa kami berada dalam pertarungan gelar juara," ujar Marquez. Ia menambahkan bahwa inkonsistensi rival, termasuk Marco Bezzecchi yang gagal finis di beberapa balapan, serta perjuangan Jorge Martin dengan cedera tangan, memberinya celah untuk merangkak naik.

Dominasi teknis Ducati juga memainkan peran vital dalam kebangkitan ini. Marquez mengakui bahwa pembaruan komponen motor meningkatkan rasa percaya dirinya secara signifikan. Kini, dengan kondisi fisik yang lebih baik, ia harus mengungguli Martin dengan selisih 30 poin dari total 37 poin yang tersedia di Qatar untuk memastikan gelar juara lebih awal.
Meski berada di posisi favorit, Marquez tetap bersikap rendah hati. Ia membandingkan tensi musim ini dengan pengalaman perebutan gelar di masa lalu yang harus ditentukan hingga seri terakhir. Baginya, pekerjaan belum selesai dan fokus tetap tertuju pada performa di atas lintasan malam Lusail yang menuntut ketahanan ban luar biasa.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!