Kevin Magnussen dan Felipe Massa resmi menjadi bagian dari proyek investasi ambisius Le Mans FC, klub sepak bola Prancis yang kini berada di ambang promosi ke Ligue 1 untuk pertama kalinya sejak 2010. Keterlibatan dua mantan pembalap Formula 1 itu memperkuat hubungan historis kota Le Mans dengan dunia motorsport internasional.
Le Mans FC hanya membutuhkan satu poin pada pertandingan terakhir melawan Bastia untuk memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Prancis. Situasi tersebut menjadi pencapaian besar bagi klub yang sempat bangkrut pada 2013 dan jatuh hingga divisi keenam sebelum perlahan kembali membangun fondasi olahraga dan finansial mereka.
Kelompok investor baru yang masuk musim panas lalu dipimpin perusahaan Brasil OutField. Selain Magnussen dan Massa, proyek tersebut juga didukung bintang tenis dunia Novak Djokovic dan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. Fokus utama investasi bukan sekadar promosi cepat, melainkan membangun identitas global Le Mans sebagai klub dengan fondasi pengembangan pemain muda yang kuat.

Co-founder OutField, Pedro Oliveira, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan figur olahraga internasional untuk memperkuat citra global klub. Hubungan Massa dan Magnussen dengan proyek tersebut berasal dari koneksi mereka bersama Georgios Frangulis, pendiri Oakberry yang kini juga menjadi investor utama Le Mans FC.
"Kami ingin menghadirkan figur besar yang bisa membantu proyek ini berkembang dari sisi branding dan pengakuan internasional," ujar Oliveira.
Keterlibatan nama-nama motorsport dianggap memiliki relevansi alami mengingat Le Mans identik dengan ajang balap ketahanan legendaris 24 Hours of Le Mans. Magnussen sendiri saat ini aktif di balap endurance setelah meninggalkan Formula 1, sementara Massa masih memiliki koneksi kuat dengan berbagai proyek motorsport internasional dan FIA.
Presiden klub, Thierry Gomez, menegaskan proyek tersebut bukan lahir karena krisis finansial, melainkan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan klub. Menurutnya, Le Mans FC sebenarnya sudah stabil secara ekonomi sebelum investor baru masuk, tetapi klub membutuhkan dukungan tambahan untuk berkembang menuju level lebih tinggi.
Strategi jangka panjang klub juga berbeda dibanding banyak proyek sepak bola modern yang fokus pada transfer mahal. Le Mans akan kembali membuka akademi pemain muda mereka mulai Juli mendatang setelah sempat ditutup sejak kebangkrutan 2013. Klub ingin kembali membangun reputasi sebagai penghasil talenta muda, seperti ketika pernah mengembangkan pemain seperti Didier Drogba dan Gervinho.
Dengan pelatih Patrick Videira membawa tim ke posisi kedua Ligue 2, Le Mans kini berada dalam posisi terbaik mereka selama lebih dari satu dekade. Jika promosi berhasil diamankan, proyek yang didukung Magnussen dan Massa itu akan memasuki fase baru dengan target menjadikan Le Mans sebagai salah satu akademi sepak bola paling kompetitif di Prancis dalam beberapa tahun ke depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!