Arvid Lindblad menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada rekan setimnya di Racing Bulls, Liam Lawson, setelah insiden tabrakan yang terjadi pada balapan Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Kota Baku. Rookie asal Inggris itu finis di posisi ketujuh dan meraih enam poin, namun balapannya tercoreng oleh bentrokan dengan Lawson saat restart safety car.
Insiden bermula ketika Alex Albon dari Williams mengalami kecelakaan yang memicu periode safety car. Pada saat restart, Lindblad melakukan pengereman lebih lambat dibandingkan Lawson dan Esteban Ocon dari Haas yang berada di depannya. Akibatnya, ia terjepit di antara kedua mobil dan bersenggolan dengan Lawson. Kontak tersebut membuat Lawson berputar dan akhirnya hanya finis di posisi ke-12 di luar zona poin. Steward meninjau insiden itu dan memutuskan tidak ada tindakan lebih lanjut karena "ruang yang terbatas bagi Lindblad".
Tak lama setelah balapan, Lindblad mengunggah permintaan maaf melalui akun media sosialnya. "Balapan yang kuat hari ini, sangat senang bisa membawanya pulang di P7," tulisnya. "Ini bukan pekan yang mudah, dan saya frustrasi dengan bagaimana saya menangani beberapa hal. Kami juga kesulitan sebagai tim, jadi saya sangat senang dengan bagaimana kami bangkit kembali dan memaksimalkan hari yang sulit ini. Terima kasih banyak untuk tim PU - kalian memberiku roket hari ini. Sedih dengan apa yang terjadi dengan Liam - maaf kawan. Senang kami masih bisa membawa pulang beberapa poin untuk tim."

Sementara itu, Lawson mengungkapkan kekecewaannya dalam wawancara dengan Sky Sports F1. Ia menyebut mobilnya mengalami lubang di lantai akibat insiden tersebut. "Saya perlu menontonnya, tapi kami semua masuk ke Tikungan 1 saat restart, dan saya hanya dihantam dari kiri, lubang di lantai saya juga," jelasnya. "Jadi saya tidak tahu celah apa yang dia cari. Di tengah-tengah kami berdua masuk ke Tikungan 1, saya tidak mengerti."
Bagi Lindblad, hasil di Baku menjadi penyelamat di tengah tekanan sebagai rookie. Meskipun insiden dengan Lawson menjadi catatan hitam, ia berhasil menunjukkan kecepatan dan konsistensi yang dibutuhkan di level F1. Sementara Lawson, yang juga tengah berjuang mengamankan posisinya, harus menerima kenyataan pahit kehilangan poin potensial. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua pembalap, terutama dalam hal komunikasi dan pengambilan risiko saat restart.
Racing Bulls sendiri tengah berjuang di papan tengah konstruktor, dan setiap poin sangat berarti. Kehilangan poin Lawson di Baku bisa berdampak pada posisi tim di klasemen akhir musim. Namun, dengan sisa balapan yang masih panjang, kedua pembalap diharapkan dapat memperbaiki chemistry dan fokus pada performa tim secara keseluruhan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!