Lewis Hamilton Terganggu Situasi Insinyur Ferrari 2026

Lewis Hamilton Terganggu Situasi Insinyur Ferrari 2026
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Lewis Hamilton mengakui bahwa ketidakjelasan posisi race engineer di Ferrari menjadi faktor yang “merugikan” menjelang musim Formula 1 2026, dalam upaya membangun kembali stabilitas teknis setelah musim debut yang sulit bersama tim Italia tersebut.

Hamilton menjalani musim pertamanya di Maranello dengan tantangan signifikan, termasuk dinamika komunikasi yang tidak selalu mulus dengan Riccardo Adami selama akhir pekan balapan. Ferrari kemudian mengonfirmasi pada pertengahan Januari bahwa Adami dipindahkan dari posisi race engineer menjadi manajer Scuderia Ferrari Driver Academy dan program Testing of Previous Cars.

Sebagai solusi sementara, Ferrari menunjuk Carlo Santi—kepala remote engineering—untuk mendampingi Hamilton dalam tiga hingga empat seri pembuka musim. Santi sebelumnya pernah menjadi race engineer Kimi Raikkonen pada 2018. Penunjukan permanen diperkirakan akan jatuh kepada mantan insinyur McLaren, Cédric Michel-Grosjean.

Situasi ini menjadi lebih kompleks karena regulasi 2026 menghadirkan perubahan teknis besar pada aspek aerodinamika dan power unit. Adaptasi cepat antara pembalap dan insinyur dinilai krusial dalam fase awal musim, terutama dalam memahami karakter mobil generasi baru.

Dalam wawancara yang dikutip oleh RacingNews365, Hamilton mengakui bahwa keputusan mengganti Adami bukan hal mudah.

“Keputusan terkait Riccardo jelas sangat sulit untuk diambil,” ujar Hamilton kepada media termasuk RacingNews365.

ADVERTISEMENT

“Saya sangat berterima kasih atas semua usaha yang ia lakukan tahun lalu dan kesabarannya. Itu tahun yang sulit bagi kami semua.”

Hamilton juga menilai solusi sementara bersama Santi bukan kondisi ideal untuk memulai musim.

“Ini periode yang cukup sulit, karena solusi yang kami miliki saat ini bukan jangka panjang. Hanya untuk beberapa balapan awal.”

“Di awal musim seperti ini, saya harus kembali beradaptasi dengan seseorang yang baru. Itu merugikan ketika Anda ingin memulai musim bersama orang-orang yang sudah melalui banyak musim bersama, yang sudah melewati berbagai situasi dan tetap tenang.”

Pembalap tujuh kali juara dunia tersebut menegaskan bahwa meskipun situasi tersebut bukan ideal, ia akan berupaya maksimal untuk menjaga stabilitas performa.

“Inilah situasi yang saya hadapi, dan saya akan melakukan yang terbaik. Tim juga berusaha semaksimal mungkin agar transisi ini terasa sehalus mungkin.”

Dengan Ferrari berambisi kembali ke persaingan papan atas pada era regulasi baru, kesinambungan komunikasi antara pembalap dan insinyur akan menjadi elemen fundamental dalam menentukan efektivitas pengembangan dan strategi balapan sepanjang musim.

Stabilitas teknis pada awal musim dapat menjadi pembeda dalam perebutan poin awal, terlebih ketika margin performa di era regulasi baru cenderung belum sepenuhnya terdefinisi.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

LIVE: F1 Bahrain Test 2026 Hari Pertama

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU