Menatap akhir pekan balap Formula 1 di Sirkuit Marina Bay, Liam Lawson membawa serta kepercayaan diri yang tinggi menyusul performa impresifnya pada seri sebelumnya. Pembalap asal Selandia Baru tersebut sukses mengamankan posisi ketujuh dalam balapan GP Bahrain yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, setelah berhasil merangsek naik tujuh posisi di tengah kondisi lintasan yang basah diguyur hujan.
Salah satu momen paling krusial dari balapan tersebut terjadi sesaat setelah lampu start padam, di mana Liam Lawson secara mengejutkan mampu bertarung sengit melawan Max Verstappen menuju Tikungan 1. Ia kemudian mendeskripsikan momen tersebut sebagai salah satu start terbaik sepanjang karier balap profesionalnya di ajang grand prix.
Berbicara menjelang rangkaian GP Singapura, Liam Lawson mengakui bahwa ia sempat terkejut dengan start kilatnya di Malaysia. Menurutnya, kemampuan menghindari ban selip di atas trek basah menjadi kunci utama ketika para pembalap lain kesulitan mendapatkan traksi optimal pada awal perlombaan.

"Maksud saya, itu sama sekali tidak disangka, tentu saja dari posisi awal saya. Saya hanya tidak mengalami ban selip pada detik pertama pedal dilepas," ujar Liam Lawson menjelaskan situasi tersebut kepada media.
"Dan saya pikir, dalam kondisi basah, itulah yang memberikan perbedaan terbesar. Jika Anda mengalami ban selip, sangat sulit untuk bisa melaju dengan cepat," tambahnya mengenai balapan di Malaysia yang disiarkan dan dilansir dari Speedcafe.
Keuntungan posisi di awal lomba tersebut terbukti sangat vital bagi Liam Lawson untuk mengamankan zona poin, meskipun ia secara terbuka mengakui bahwa tim Racing Bulls masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal konsistensi start secara keseluruhan. Selain itu, ia juga memuji ketepatan strategi tim dalam pemilihan ban di tengah situasi trek yang sangat menantang.
Hasil positif di Sepang datang menyusul kembalinya Liam Lawson ke skuad Racing Bulls usai menjalani tiga balapan bersama Red Bull. Ia mengakui bahwa proses adaptasi ulang harus dilakukan karena perbedaan karakter yang cukup signifikan di antara kedua mobil tersebut.
"Selain unit daya, hampir semuanya berbeda," ungkapnya ketika ditanya mengenai perbedaan mendasar antara mobil Red Bull dan Racing Bulls.
"Mobil ini sangat berbeda untuk dikendarai. Jadi, tentu saja butuh sedikit penyesuaian untuk kembali beradaptasi," imbuh pembalap muda berbakat ini.
Kini, fokus perhatian beralih ke Sirkuit Marina Bay, Singapura, tempat di mana Liam Lawson pernah meraih poin perdana dalam karier F1 pada musim 2023. Akhir pekan ini, tantangan semakin bertambah karena Singapura untuk pertama kalinya akan menggelar format balapan akhir pekan sprint.
"Saya menyukainya. Ini adalah trek yang sangat bagus. Dan dengan akhir pekan sprint, Anda mendapatkan dua kesempatan untuk segalanya," kata Liam Lawson antusias menyambut atmosfer balap malam hari di Singapura.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!