SPONSORED

Krisis Panggung: 3 Pembalap Paling Underrated di F1 2026 yang Layak Disorot

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Krisis Panggung: 3 Pembalap Paling Underrated di F1 2026 yang Layak Disorot
TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Lampu sorot Formula 1 2026 memang terus menusuk ke arah dominasi sensasional rookie Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, dan kebangkitan tim-tim legendaris di papan atas. Namun di balik hingar-bingar podium, ada perang senyap yang tak kalah panas: para pembalap lini tengah berjuang mati-matian demi satu poin berharga dengan jet darat yang kemampuannya pas-pasan.

Memasuki paruh kedua musim, para analis dan penggemar mulai sepakat menunjuk dua nama yang tampil luar biasa tapi nyaris tak diapresiasi: Liam Lawson dari Racing Bulls dan Pierre Gasly yang membela Alpine. Ada juga Alex Albon dari Williams yang kerap dilupakan.

Liam Lawson: Pilar Ketenangan di Tengah Badai

Lawson membuktikan diri sebagai tulang punggung stabilitas Visa Cash App Racing Bulls musim ini. Duduk di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 51 poin, pembalap Selandia Baru ini punya bakat langka: memaksimalkan paket mobil VCARB yang tak selalu kompetitif.

Racing Bulls Defend Liam Lawson After Max Verstappen Clash at Mexican Grand Prix
Read AlsoRacing Bulls Defend Liam Lawson After Max Verstappen Clash at Mexican Grand Prix

Meski sempat gagal finis di Miami, Lawson membayar tuntas lewat performa memukau di sirkuit teknis seperti Monako dan Silverstone. Manajemen ban yang cermat di bawah regulasi teknis 2026 yang rumit membuatnya menjelma sebagai komoditas paling matang di grid, melampaui ekspektasi publik yang lebih dulu menyorot nama-nama besar.

ADVERTISEMENT

Pierre Gasly: Pejuang Sunyi di Garasi Alpine

Di sisi garasi rival, Gasly terus membuktikan statusnya sebagai salah satu pembalap paling andal di era modern. Mengemudikan Alpine yang kerap inkonsisten, ia bertengger di peringkat kesepuluh dengan koleksi 35 poin.

Salah satu aksi terbaiknya terjadi di Tiongkok, saat mengamankan posisi keenam dari papan tengah. Gasly konsisten memeras potensi maksimal dari sasis Alpine, bahkan ketika timnya kesulitan menemukan kecepatan murni di kualifikasi. Eksekusi taktik balapan yang matang dan ketenangannya saat ditekan pembalap dengan mobil lebih cepat membuat kontribusinya kerap melampaui nilai di atas kertas.

Alex Albon: Pahlawan Williams yang Terlupakan

Selain Lawson dan Gasly, nama Albon dari Williams tetap layak masuk daftar pembalap paling diremehkan. Meski baru mengumpulkan 5 poin di peringkat ke-17 akibat keterbatasan FW48, ia berulang kali menembus Q3.

ADVERTISEMENT

Di mata pengamat teknis, kemampuan Albon mengimbangi rekan setim barunya, Carlos Sainz Jr., adalah bukti bahwa talentanya jauh lebih besar dari sekadar angka statistik. Saat perburuan gelar terfokus pada jet darat tercepat, performa solid Lawson, Gasly, dan Albon menjadi pengingat bahwa pahlawan sejati di F1 sering berjuang dalam sunyi di barisan tengah.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU