Isu ban Michelin kembali mendominasi paddock MotoGP menyusul masalah degradasi ekstrem yang melanda sejumlah pembalap papan atas pada sesi Sprint Race di Sirkuit Motegi akhir pekan lalu.
Permasalahan teknis ini berpusat pada kompon ban belakang medium yang mengalami 'chunking' akibat panas berlebih di area tengah ban saat melaju di lintasan lurus. Insiden tersebut dirasakan langsung oleh kandidat juara seperti Jorge Martin dan Francesco Bagnaia yang harus berjuang keras menjaga kestabilan motor.
Menurut Johann Zarco, dinamika balap modern menuntut pembalap menemukan keseimbangan tipis antara performa instan dan manajemen jangka panjang. Pembalap harus menciptakan sedikit putaran roda (spin) saat keluar tikungan untuk mencetak catatan waktu kompetitif, namun kontrol yang buruk justru memicu lepuh panas pada ban.

Dilansir dari Crash.net, Zarco menjelaskan bahwa teknik berkendara menjadi kunci utama untuk menghindari kerusakan termal tersebut. Meski demikian, pembalap LCR Honda itu mengakui dirinya masih menghadapi kendala klasik pada fase masuk tikungan yang membatasi potensi kecepatan maksimalnya.
Di sisi garasi tim, hasil positif justru diraih oleh rekan setimnya yang tampil impresif mengamankan podium Sprint. Evaluasi mendalam terkait aspek teknis ini dipastikan berlanjut jelang balapan utama untuk mengantisipasi masalah serupa pada durasi balapan yang lebih panjang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!