Kimi Antonelli mengakui beberapa kesalahan yang dibuat sepanjang akhir pekan GP Austria 2026 membuat peluangnya meraih kemenangan bersama Mercedes menghilang, meski tampil sebagai salah satu pembalap tercepat di Red Bull Ring.
Pembalap Italia berusia 19 tahun itu akhirnya finis ketiga setelah memulai balapan dari posisi keempat. Padahal sejak sesi latihan hingga awal akhir pekan, Antonelli beberapa kali tampil lebih cepat dibanding rekan setimnya, George Russell, yang akhirnya meraih pole position sekaligus kemenangan.
Terlalu Cepat Kehilangan Intensitas
Antonelli mengaku salah dalam mengelola pendekatan sepanjang akhir pekan. Setelah memulai dengan sangat kuat, ia merasa secara tidak sadar menurunkan intensitas terlalu cepat sehingga memasuki sesi kualifikasi tanpa ritme terbaik.

"Saya memulai akhir pekan dengan sangat kuat, tetapi karena itu saya justru menurunkan intensitas terlalu banyak. Saat memasuki kualifikasi saya merasa sedikit tegang dan tidak bisa mengemudi sebebas sebelumnya," ujar Antonelli.
Meski tetap berada di barisan depan, ia merasa tidak mampu mengeluarkan seluruh potensi mobil pada momen paling penting akhir pekan.
Salah Membaca Bendera Kuning
Kesalahan berikutnya terjadi pada lap terakhir Q3 ketika Max Verstappen mengalami kecelakaan. Antonelli mengira marshal mengibarkan double yellow flag sehingga langsung membatalkan putaran cepatnya.
Faktanya hanya terdapat single yellow flag. Sementara Antonelli mengangkat kaki dari pedal gas, Russell tetap melanjutkan putarannya dan berhasil merebut pole position. Antonelli mengakui bahkan jika lap tersebut selesai, kemungkinan besar ia hanya mampu menempati posisi kedua di grid.
"Saya tertinggal sekitar sepersepuluh detik dari George. Kemungkinan hasil terbaik saya adalah P2, sangat dekat, tetapi tetap P2," jelasnya.
Start Buruk Menghilangkan Peluang Menang
Posisi start keempat membuat balapan Antonelli semakin sulit. Ia melebar di Tikungan 1 dan Tikungan 3 pada lap pertama, kemudian kembali keluar lintasan di Tikungan 1 pada awal lap kedua. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dengan sistem pengereman sehingga kehilangan banyak waktu pada stint pertama.
"Lap pertama sangat buruk bagi saya. Saya juga mengalami masalah pada rem dan mulai melakukan beberapa kesalahan sehingga kehilangan cukup banyak waktu," katanya.
Namun setelah pit stop pertama, performa Antonelli mulai meningkat. Pada stint kedua dan terutama stint terakhir, ia menunjukkan kecepatan yang sempat membuatnya mendominasi latihan bebas.
Kecepatan Ada, Tetapi Datang Terlambat
Mercedes W17 kembali tampil kompetitif ketika beban bahan bakar mulai berkurang. Antonelli mampu memangkas selisih dengan Verstappen secara konsisten dan hanya gagal merebut posisi kedua pada lap terakhir.
"Stint kedua terasa lebih baik dan stint ketiga benar-benar sangat kuat. Pace mobil sebenarnya sudah ada, hanya saja semuanya datang sedikit terlambat," ujar Antonelli.
Meski gagal mengubah kecepatan tersebut menjadi kemenangan, performa Antonelli kembali memperlihatkan bahwa ia tetap menjadi salah satu kandidat utama dalam perebutan gelar musim ini. Dengan Silverstone menjadi putaran berikutnya, Mercedes kini akan berupaya memastikan kecepatan yang ditunjukkan Antonelli dapat dikombinasikan dengan eksekusi akhir pekan yang lebih bersih.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!