SPONSORED

Katsuta Alami Kecelakaan Terbesar di Kariernya: Sakitnya Tak Tertahankan

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Katsuta Alami Kecelakaan Terbesar di Kariernya: Sakitnya Tak Tertahankan
TO NEWS OVERVIEW
Takamoto Katsuta. Photo: TGR WRT / McKlein

Takamoto Katsuta mengaku kecelakaan yang menimpanya pada hari Minggu merupakan salah satu yang terbesar sepanjang kariernya di reli. Pebalap Toyota itu bahkan tidak bisa langsung keluar dari mobil karena merasakan sakit yang luar biasa.

Insiden terjadi di stage kedua dari terakhir, saat Katsuta melaju di rangkaian tikungan cepat. Mobil Toyota-nya tergelincir, lalu menghantam tanggul di sisi dalam dan berakhir dengan berguling. Dampaknya sangat keras, membuat Katsuta dan navigatornya, Aaron Johnston, harus dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Beruntung, keduanya tidak mengalami cedera serius.

“Itu kecelakaan yang sangat besar. Saya rasa dampaknya adalah salah satu yang terbesar yang pernah saya alami dalam karier saya,” ujar Katsuta. “Saya tidak bisa keluar dari mobil. Saya sangat kesakitan. Tapi setidaknya kami di sini,” tambahnya.

Paddon Answers Doubters with Second WRC Podium: 'More to Come'
Read AlsoPaddon Answers Doubters with Second WRC Podium: 'More to Come'

Katsuta juga menyoroti keselamatan mobil Rally1 modern. Ia memuji struktur keselamatan mobil dan kecepatan penanganan medis yang membawanya ke rumah sakit. “Ini menunjukkan bahwa mobil dibangun dengan sangat baik dari sisi keselamatan. Terima kasih banyak untuk regulasi dan langkah-langkah keselamatan. Itu berhasil. Semuanya juga diorganisir dengan baik sehingga kami bisa sampai ke rumah sakit dengan cepat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pebalap Jepang itu mengaku bingung dengan penyebab kecelakaan. Menurutnya, mobil mulai sedikit meluncur di tikungan cepat. Ia mencoba mengoreksi, tetapi menghantam tanggul di sisi dalam mengubah arah mobil. “Rasanya sangat aneh. Mobil mulai sedikit meluncur. Saya mencoba mengoreksinya, tetapi saya menyentuh tanggul di sisi dalam dan mobil mulai melayang lebih jauh ke dalam,” paparnya.

Setelah itu, peluangnya untuk menyelamatkan situasi semakin menipis. “Saya masih mencoba mengendalikan mobil, tetapi ada juga tanggul di sisi luar, jadi saya tidak bisa lagi berbelok ke kiri. Itu hanya selip kecil, tapi entah bagaimana itu cukup untuk membuat mobil berguling,” katanya.

Katsuta kemudian merenungkan apakah ada tindakan lain yang bisa dilakukan. Namun, hasilnya mungkin sama kerasnya. “Mungkin jika saya berani berbelok ke arah tembok, saya bisa menghindari berguling. Tapi kalau begitu kami akan langsung menabrak tembok. Pada saat itu, sebenarnya tidak banyak yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, ada satu hal yang tidak coba dijelaskan oleh pebalap Toyota tersebut. “Itu kesalahan saya,” akunya terus terang.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU