Kondisi lintasan yang rumit di Sirkuit Sepang sukses menjebak para strategis papan atas. McLaren dan kubu Maranello memutuskan mengambil risiko besar dengan memulai balapan menggunakan ban slick, sebuah pertaruhan yang langsung memupus peluang emas mereka sejak lap-lap awal.
Ketika lampu hijau akhirnya menyala usai penundaan panjang, permukaan aspal terlihat mulai mengering. Namun, kebohongan cuaca ini mengecoh Ferrari yang memilih kompon soft, sementara skuad oranye papaya mempercayakan ban medium. Pilihan tersebut langsung menjadi bumerang begitu rombongan meluncur di balik safety car.
Kesadaran datang cepat bagi Oscar Piastri yang bergegas masuk pit demi mengganti ban intermediate sebelum start resmi. Sayangnya, Lando Norris dan duo Kuda Jingkrak memilih bertahan, sebuah keputusan keras kepala yang membuat mereka langsung tertelan oleh barisan pembalap di belakang.


Norris mengakui bahwa data dari lap pengenalan sangat menipu karena ban intermediate miliknya terasa cepat aus di permukaan aspal Sepang yang agresif. Meski sempat terlihat menjanjikan dalam teori, kenyataan di atas lintasan basah berkata lain.
Baru pada lap kedelapan catatan waktu ban slick mulai menyamai kecepatan ban intermediate. Kendati demikian, kerugian waktu yang telanjur menumpuk sudah cukup untuk merusak ritme balapan kedua tim raksasa tersebut sepanjang akhir pekan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!