Jorge Martin mengamankan pole position gemilang di Motegi, namun jalannya balapan Sprint GP Jepang tidak berjalan sepenuhnya mulus bagi sang pemimpin klasemen. Ketika lampu padam, pembalap Spanyol itu langsung kehilangan posisi terdepan dari Marc Marquez yang melesat cepat sejak tikungan pertama.
Masalah utama muncul pada paruh kedua balapan ketika ban belakang soft miliknya mengalami degradasi parah. Martin mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak mendeteksi adanya gejala blistering sepanjang sesi latihan bebas sebelumnya, membuat penurunan performa di detik-detik akhir terasa cukup mengejutkan di sirkuit bertipe stop-and-go ini.
Tekanan dari Enea Bastianini pada lap pemungkas memaksa Martin bertahan habis-habisan hingga ia menyentuh area hijau di luar trek. Hukuman turun posisi pun tak terelakkan, membuatnya merosot ke peringkat ketiga dan memangkas keunggulannya di klasemen menjadi hanya terpaut tujuh angka saja.

Meski kehilangan beberapa poin krusial, sang juara bertahan tetap memandang positif kecepatan motornya sepanjang hari Sabtu ini. Ia merasa ritme balapnya jauh melampaui ekspektasi awal, meski pemilihan kompon ban untuk balapan utama hari Minggu masih menjadi tanda tanya besar.
Dilansir dari FormulaPassion, Martin menegaskan bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi pada balapan utama besok. Evaluasi mendalam mengenai ketahanan kompon ban mutlak diperlukan agar insiden degradasi ekstrem tidak kembali menguras perolehan poin pentingnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!