MotoGP, Sportrik Media - Jorge Martin dari Aprilia Racing memprediksi Ducati akan kembali ke performa normal saat MotoGP memasuki seri Eropa di Jerez, menyusul awal musim 2026 yang tidak konsisten bagi pabrikan Italia tersebut.
Ducati menghadapi tantangan signifikan dalam tiga seri pembuka, tertinggal dari Aprilia yang tampil dominan pada balapan utama hari Minggu. Meski masih mampu meraih kemenangan sprint di Brasil dan beberapa podium di balapan jarak pendek, Ducati hanya mencatat satu podium grand prix sejauh ini melalui Fabio Di Giannantonio bersama VR46 Racing Team.
Situasi ini kontras dengan musim sebelumnya ketika Ducati mendominasi awal kejuaraan. Juara dunia bertahan Marc Marquez bahkan belum mampu menembus tiga besar dalam balapan utama musim ini, menegaskan adanya penurunan performa relatif terhadap rival.

Di sisi lain, Aprilia menunjukkan konsistensi tinggi pada hari Minggu melalui Marco Bezzecchi, yang mencatat tiga kemenangan beruntun di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat. Performa ini menempatkan Aprilia sebagai tolok ukur baru dalam kompetisi awal musim.
“Di Jerez, semuanya akan kembali normal,” ujar Martin kepada DAZN.
“Ducati akan kembali seperti biasanya.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan evaluasi internal Ducati, di mana General Manager Gigi Dall’Igna menyebut hasil di Amerika Serikat sebagai “peringatan keras” bagi tim. Hal ini menandakan adanya urgensi untuk mempercepat pengembangan teknis menjelang fase Eropa.
Sementara itu, Martin sendiri menjadi salah satu kejutan awal musim setelah kembali kompetitif usai musim 2025 yang terganggu cedera. Tanpa mengikuti seluruh program uji coba pramusim, ia mampu meraih podium di Brasil serta kemenangan sprint di COTA, sebelum finis kedua di balapan utama.
“Sejujurnya saya tidak mengharapkan hasil ini di Austin,” jelas Martin.
“Kami belum sepenuhnya siap. Target awal hanya mengumpulkan poin secara konsisten.”
Saat ini, Martin hanya terpaut empat poin dari Bezzecchi di puncak klasemen, menempatkannya dalam posisi strategis dalam perebutan gelar. Namun ia menegaskan pendekatan bertahap tetap menjadi prioritas tanpa terburu-buru mengejar hasil instan.
Dengan MotoGP Jerez sebagai seri pembuka fase Eropa, performa Ducati akan menjadi fokus utama untuk menilai apakah prediksi Martin akan terealisasi. Hasil di Jerez berpotensi mengubah arah persaingan sekaligus menjadi indikator keseimbangan kekuatan antara Aprilia dan Ducati dalam kelanjutan musim MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!