MotoGP, Sportrik Media - Jorge Martin dipastikan kembali beraksi bersama Aprilia pada tes pramusim kedua dan terakhir di Buriram, Thailand, 21–22 Februari 2026, setelah menerima izin medis penuh. Juara Dunia MotoGP 2024 itu siap menutup fase pengujian bersama Marco Bezzecchi sebelum musim resmi dimulai.
Kembalinya pembalap asal Madrid tersebut mengakhiri periode absen panjang akibat cedera dan komplikasi medis sepanjang 2025. Martin menjalani dua operasi revisi pada tulang skafoid kiri dan tulang selangka kanan, yang memaksanya menepi selama beberapa bulan dari aktivitas kompetitif. Ia menyatakan kondisinya kini jauh membaik setelah melewati pemeriksaan medis terakhir di Buriram.
“Saya merasa baik, jauh lebih baik,” ujar Martin.

Meski telah dinyatakan pulih secara medis, Martin mengakui masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas penuh. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan kondisi tulang telah sembuh sepenuhnya sebelum kembali memaksimalkan performa di atas RS-GP26.
“Ya, mungkin 90 persen. Tulang saya sudah sembuh total. Tapi saya rasa saya masih membutuhkan sedikit lebih banyak mobilitas dan kekuatan. Tapi itu hal sekunder. Yang penting adalah sembuh 100 persen. Jadi sekarang tulang saya baik-baik saja dan saya bisa mulai mengerahkan seluruh kemampuan saya.”
Menjelang tes resmi, Martin telah menjalani latihan di Spanyol dan memberikan kesan awal positif terhadap kondisinya. Ia juga menilai Buriram sebagai sirkuit yang ideal untuk kembali menemukan ritme kompetitif karena karakteristiknya yang relatif tidak terlalu menuntut secara fisik dibandingkan trek lain di kalender.
“Saya sudah berlatih di Spanyol minggu lalu dan saya merasa baik. Sepertinya saya belum lupa cara mengendarai sepeda motor.”
“Sekarang, kita akan lihat bagaimana tubuh saya bereaksi terhadap mengendarai motor MotoGP setelah dua hari pengujian. Bagaimanapun, saya pikir ini adalah salah satu sirkuit terbaik untuk memulai, karena tidak terlalu menuntut fisik dan akan sangat baik bagi saya untuk mendapatkan kembali kebugaran.”
Martin menegaskan bahwa prioritasnya di Buriram bukanlah menguji banyak komponen baru, melainkan membiasakan diri kembali dengan motor dan sensasi balap. Menurutnya, pendekatan bertahap lebih relevan bagi dirinya dan pabrikan dalam fase pemulihan ini.
“Saya punya beberapa hal untuk diuji, tetapi tidak sebanyak Marco. Akan gila jika kembali mengendarai motor MotoGP dan mulai menguji komponen. Itu juga tidak terlalu membantu bagi pabrik. Jadi, bagi saya dan Aprilia, yang penting adalah melakukan beberapa putaran dan membiasakan diri dengan sensasi baru dan komponen baru yang sudah mulai berfungsi.”
Selain membahas kondisi fisiknya, Martin juga menanggapi perubahan kalender MotoGP, termasuk hilangnya Phillip Island dan rencana sirkuit jalanan di Adelaide. Ia menyebut Phillip Island sebagai salah satu favoritnya, namun tetap terbuka terhadap tantangan baru. Ia juga menegaskan kecintaannya terhadap Mandalika di Indonesia sebagai salah satu pengalaman balap yang paling ia nikmati.
Menjelang musim 2026, kembalinya Martin menjadi faktor krusial bagi Aprilia. Ia tidak hanya dituntut memulihkan ritme balap setelah absen panjang, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri di atas RS-GP26 sebelum seri pembuka. Jika proses pemulihannya terus berjalan sesuai rencana, Martin berpotensi langsung menjadi penantang utama sejak awal musim.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!