Jorge Martin tak bisa menahan senyum saat menyadari dirinya kini menyamai perolehan poin Marc Marquez di puncak klasemen MotoGP menjelang GP Austria. Pembalap Aprilia itu mengaku situasi ini terasa sulit dipercaya, mengingat perjalanan musim yang penuh liku.
Marquez mengambil alih pimpinan klasemen untuk pertama kalinya tahun ini setelah memenangi GP San Marino akhir pekan lalu, kemenangan kelimanya musim ini. Sementara Martin harus puas finis kelima akibat masalah arm pump yang mengganggu performanya. Kini keduanya sama-sama mengoleksi 274 poin, dengan Marquez menempati posisi teratas berdasarkan hitungan hasil terbaik, sedangkan Martin terdaftar di urutan kedua.
“Tentu saja, saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Martin saat ditanya tentang posisinya di kejuaraan pada Kamis di Austria. “Ini menyenangkan, saya senang bisa setara poin di tahap ini; bagi saya ini luar biasa. Tapi jujur, balapan terakhir, 11 lap terakhir, setidaknya bisa bersama Marc dan menyalipnya sungguh menyenangkan; saya sangat menikmatinya. Meski akhirnya finis kelima, ada hal positif dari akhir pekan itu. Jadi, saya berharap bisa menemukan feeling itu lagi. Saya berharap bisa menemukan kecepatan itu. Dan saya berharap kondisi saya cukup baik untuk bisa mengikutinya sampai akhir.”

Masalah arm pump yang dialami Martin di Misano memunculkan kekhawatiran bahwa ia mungkin perlu menjalani operasi setelah GP Austria. Namun, pembalap Spanyol itu mengaku telah pulih dengan baik menjelang balapan di Red Bull Ring dan tidak mengantisipasi sirkuit tersebut akan menimbulkan masalah fisik. “Tentu, balapan terakhir saya mengalami masalah dengan lengan,” tambahnya. “Tapi saya rasa saya pulih cukup baik. Saya akan fokus seperti akhir pekan normal. Saya tidak ingin memikirkannya. Jika terjadi lagi, maka saya akan mengambil keputusan. Tapi saya ingin menjalaninya sebagai akhir pekan biasa. Saya rasa trek ini tidak yang tersulit dalam hal ini, jadi saya benar-benar fokus pada akhir pekan ini, fokus membuat motor bekerja. Sekarang saatnya untuk mendekati Marc, yang sangat kuat.”
Red Bull Ring menyimpan kenangan indah bagi Martin. Ia meraih kemenangan pertamanya di MotoGP di sirkuit ini pada musim rookie 2021 bersama Pramac Ducati. Pada kunjungan terakhirnya ke Austria, ia finis kedua di kedua balapan. Karena cedera, ini akan menjadi GP Austria pertamanya sebagai pembalap Aprilia. Kini, dengan performa Aprilia yang semakin kompetitif, Martin berpeluang besar untuk kembali bersaing di depan.
Persaingan menuju gelar juara musim ini semakin memanas. Dengan delapan balapan tersisa, setiap poin sangat berarti. Marquez yang sedang dalam momentum kemenangan akan berusaha menjauh, sementara Martin bertekad memanfaatkan sirkuit yang ia sukai untuk kembali memimpin. Kesehatan Martin menjadi faktor kunci; jika arm pump kambuh, hal itu bisa mengganggu konsistensinya. Namun, jika ia mampu tampil optimal, duel sengit antara kedua pembalap ini akan menjadi tontonan menarik hingga akhir musim.
Bagi penggemar MotoGP, duel Martin dan Marquez mengingatkan pada persaingan legendaris masa lalu. Keduanya memiliki gaya balap agresif dan tak kenal takut. GP Austria akhir pekan ini akan menjadi ujian seberapa jauh Martin bisa menantang Marquez, terutama dengan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih. Satu hal yang pasti, Martin tidak akan menyerah tanpa perlawanan. Seperti yang ia katakan, “Sekarang saatnya untuk mendekati Marc, yang sangat kuat.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!