Johann Zarco, pembalap LCR Honda, membuat gebrakan di MotoGP 2025 dengan kemenangan epik di Le Mans dan podium di Silverstone. Namun, harapannya untuk promosi ke tim pabrikan Honda pada 2026 tampaknya memudar. Mengapa Zarco tiba-tiba berubah arah? Apakah Honda akan memilih bintang lain untuk membawa mereka kembali ke puncak? Artikel ini mengupas drama negosiasi kontrak yang mengguncang dunia MotoGP.
Zarco membuktikan dirinya sebagai aset berharga bagi Honda. Kemenangannya di MotoGP Prancis 2025, di tengah cuaca buruk dan drama pit stop, mengakhiri paceklik kemenangan Honda selama dua tahun. Podium di Silverstone makin memperkuat posisinya sebagai pembalap non-Ducati tertinggi di klasemen, menempati posisi kelima dengan 72 poin. “Kemenangan ini spesial,” kata Zarco, menyinggung momen emosional di Le Mans. Namun, performa gemilang ini justru memicu spekulasi baru.


Awalnya, Zarco lantang menyuarakan ambisinya bergabung dengan tim pabrikan Honda pada 2026. Kemenangan di Le Mans diyakini memperkuat posisinya. Namun, LCR owner Lucio Cecchinello mengisyaratkan Honda mungkin mencari bintang lain. “Mereka ingin Zarco tetap di LCR, karena semua sudah berjalan baik,” ujar Cecchinello. Sinyal ini menunjukkan Honda tengah membidik pembalap papan atas lainnya untuk 2026, membuat impian Zarco terancam.
Honda sedang bangkit. Motor mereka kini jadi incaran di pasar pembalap, berkat peningkatan kompetitif yang ditunjukkan Zarco. Namun, rumor di X menyebut nama-nama seperti Jorge Martin sebagai kandidat potensial untuk 2026. “Zarco/Martin chez Honda en 2026 confirmed,” tulis @MarcMerguez93 di X, meski belum ada konfirmasi resmi. Zarco sendiri tetap optimis, menyatakan ingin jadi “nomor satu” Honda, baik di LCR atau tim pabrikan.
Drama ini belum usai. Dengan kontrak Zarco yang habis akhir 2025, negosiasi akan menentukan masa depannya. Akankah ia bertahan di LCR dengan dukungan lebih besar, atau justru tersingkir dari rencana Honda? Balapan berikutnya di Catalunya dan Sardegna akan jadi panggung krusial bagi Zarco untuk membuktikan nilai dirinya. Penggemar MotoGP di Indonesia tak sabar menanti kelanjutan saga ini.\
Jangan lewatkan kabar terbaru dari dunia MotoGP! Pantau berita eksklusif, hasil balapan, dan drama di belakang layar hanya di SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
56 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
45 |
|
3
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
42 |
|
4
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
37 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
34 |
|
6
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
33 |
|
7
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
29 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
13 |
|
9
|
|
Brad Binder
Red Bull KTM Factory Racing
|
13 |
|
10
|
|
Franco Morbidelli
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
12 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
64 |
|
2
|
|
Ducati
|
47 |
|
3
|
|
KTM
|
42 |
|
4
|
|
Honda
|
16 |
|
5
|
|
Yamaha
|
8 |
Read Also
Francesco Bagnaia nearly misses Q2 at MotoGP COTA 2026 due to technical issues but remains confident for the race weekend.
Starting grid for MotoGP Sprint COTA 2026 led by Fabio Di Giannantonio, with Bezzecchi and Acosta on the front row.
Full schedule of MotoGP United States 2026 at COTA in US local time, plus official viewing options and key championship context.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!