Teka-teki mengenai kelanjutan penampilan Joan Mir di kelas utama MotoGP kembali mencuat setelah sang juara dunia 2020 tersebut mengakui dirinya belum tentu bisa bertolak ke seri berikutnya di Qatar. Masalah kesehatan misterius yang sempat membuatnya absen dari empat balapan sebelumnya kembali menghantui di tengah akhir pekan GP Malaysia.
Kembalinya pembalap asal Spanyol ini ke lintasan Sepang awalnya menjanjikan setelah ia berjuang keras memulihkan diri dari gejala kelelahan ekstrem dan gangguan penglihatan yang telah mengganggunya sejak akhir seri Misano. Namun, situasi berubah buruk ketika balapan utama hari Minggu harus diakhiri lebih cepat setelah Mir memutuskan masuk ke garasi akibat kembalinya gejala penglihatan kabur yang membuatnya kehilangan kendali atas motor Honda.
Berbicara kepada media usai balapan, pembalap andalan pabrikan sayap tunggal itu tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya yang mendalam. "Saya mulai melihat kabur lagi dan kehilangan kendali atas situasi yang ada," ujar Mir mengungkapkan momen krusial saat ia memutuskan untuk mundur demi keselamatan di atas lintasan panas Sepang.

"Saya terpaksa mundur karena beberapa masalah yang sebenarnya tidak muncul dalam beberapa balapan terakhir. Saya merasa kecewa, karena saya tadinya berpikir kondisi fisik saya akan jauh lebih baik. Sangat jelas bahwa kondisi cuaca di luar sana hari ini sangat berat, tetapi kami telah bekerja sangat keras untuk bisa tampil dalam kondisi optimal," sambungnya dengan nada penyesuaian yang sarat akan kekhawatiran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa titik kritis balapan terjadi ketika ia baru menyelesaikan sembilan atau sepuluh putaran yang baru separuh jalan dari total jarak lomba. Gangguan penglihatan yang kembali mendera membuat insting profesionalnya langsung mengambil alih untuk segera menghentikan motor sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi di tikungan cepat Sepang.
"Sebelum situasinya bertambah buruk, saya memutuskan berhenti karena itulah yang telah kami sepakati bersama tim. Saya merasa kecewa dan juga sedikit khawatir dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada tubuh saya," tambah sang pembalap bernomor motor khas tersebut dengan ekspresi tegang di paddock.
Terkait peluang partisipasinya di Sirkuit Lusail pekan depan, situasi internal tim pabrikan Jepang ini masih diselimuti tanda tanya besar. Terlebih lagi, kalender balap musim ini sedang menghadapi dinamika yang kompleks menyusul berbagai polemik penarikan diri dari kubu rival serta cedera yang mendera sejumlah pembalap papan atas lainnya di grid.
"Saat ini, saya memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban yang pasti," ungkap Mir ketika ditanya mengenai kepastian penerbangannya ke Qatar. "Kenyataannya kurang lebih seperti yang sudah saya sampaikan kepada Anda semua: saya hanya tahu apa yang akan saya diskusikan dengan para dokter, apa yang menimpa saya, dan bagaimana perasaan fisik saya saat ini."
"Mulai dari titik ini, tim medis yang akan memutuskan apakah saya harus menjalani tes lanjutan, apakah kita perlu melanjutkan perawatan medis yang sebelumnya sudah dijalani... saya sendiri belum tahu pasti. Para dokter sebenarnya sudah memperingatkan saya sebelum datang ke sini bahwa hal seperti ini bisa terulang kembali, tetapi Anda tidak akan pernah benar-benar percaya sampai itu terjadi lagi pada diri Anda sendiri," tutupnya.
Absennya potensi sang pembalap di Lusail tentu akan menambah daftar panjang lubang di grid start menyusul absennya sejumlah nama besar akibat cedera maupun kebijakan boikot dari tim lain. Situasi ini membuat paddock MotoGP berada dalam ketegangan tingkat tinggi menjelang rangkaian akhir musim.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!