Rally Finlandia 2025 meninggalkan rasa frustrasi mendalam bagi tim Hyundai Motorsport. Kecepatan jelas ada, namun cuaca yang berubah-ubah dan berbagai kendala teknis membuat pabrikan asal Korea itu gagal meraih hasil yang sebenarnya sudah di depan mata. Kini, tim asal Alzenau itu bertekad bangkit dan menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pelajaran berharga.
Andrew Wheatley, sporting director Hyundai, menegaskan bahwa timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan. "Finlandia adalah kasus 'bagaimana jika', dengan cuaca yang menantang mengubah hasil akhir. Kami harus melupakan ini, fokus kembali pada hal-hal positif, dan menatap dua rali berikutnya dengan percaya diri," ujarnya.
Musim lalu, Hyundai sudah menunjukkan tajinya di Paraguay dan Chili dengan mampu bersaing di barisan depan. Namun, kata Wheatley, masalah-masalah kecil menghalangi mereka untuk mengonversi kecepatan menjadi kemenangan. Sekarang situasinya berbeda. Selama setahun terakhir, tim telah bekerja sangat keras pada versi Evo dari mobil i20 N Rally1, dan hasilnya mulai terlihat di berbagai tipe permukaan gravel.

"Tim tampil cepat di Paraguay dan Chili pada 2025, tetapi menderita masalah kecil yang membuat kemenangan mustahil. Dua belas bulan kemudian, kami tahu bahwa kerja keras pada persiapan pra-event dan set-up per rali untuk versi Evo telah membuahkan hasil. Kecepatan yang ditunjukkan di gravel kasar Kenya, Portugal, dan Yunani, plus konfirmasi bahwa kami dekat dengan target kecepatan mobil di gravel halus, seharusnya membantu kami memulai Paraguay dengan pola pikir positif," jelas Wheatley.
Namun, Hyundai tidak bisa tampil di Paraguay dengan set-up ekstrem. Kondisi jalan yang berubah-ubah dan karakteristik rute memaksa para insinyur mencari kompromi. Jalan cepat dengan kompresi besar meningkatkan risiko ban pecah, sementara cuaca bisa mengubah tingkat grip dan karakter rali secara drastis.
"Sejak Paraguay tahun lalu, banyak pekerjaan dilakukan untuk memahami sasis Evo dan membuat para kru sepercaya mungkin. Namun, campuran kondisi cuaca yang berubah-ubah di jalan berkecepatan tinggi, dengan beberapa kompresi besar yang berkontribusi pada tingginya risiko ban pecah, berarti set-up Paraguay akan selalu tentang mencari kompromi terbaik," tambah Wheatley.
Ia mengakui bahwa justru area inilah yang menjadi fokus utama Hyundai sejak tahun lalu. Ban pecah, beberapa insiden kecil, dan masalah teknis, termasuk genangan air yang bermasalah di hari ketiga, membuat para kru gagal bersaing memperebutkan podium tertinggi pada 2025. "Tetapi justru di sinilah sebagian besar pekerjaan dilakukan tahun ini, dan kami bisa memulai event ini dengan kepercayaan diri tinggi," tegasnya.
Meski demikian, Wheatley sadar bahwa mobil yang lebih baik tidak menjamin apa pun di Paraguay. Tidak ada ruang untuk kesalahan saat bersaing meraih kemenangan, tetapi bos tim yakin bahwa persiapan matang ini adalah kunci untuk mengubah potensi menjadi hasil nyata.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!