Isack Hadjar semakin dekat dengan kembalinya ke lintasan Formula 1 setelah cedera pergelangan tangan yang memaksanya absen dalam tiga balapan terakhir. Pembalap muda Prancis itu mengalami cedera saat latihan selama jeda musim panas, dan sejak itu ia digantikan oleh Liam Lawson di Grand Prix Belanda, Italia, dan Spanyol. Lawson sendiri merupakan pembalap Racing Bulls yang dipanggil untuk mengisi kursi Red Bull, sementara posisinya di tim satelit diisi oleh pembalap cadangan Red Bull, Yuki Tsunoda.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi Hadjar. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan berjalan sesuai rencana dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. "Tidak ada yang salah dengan pemulihan Isack. Kami telah mempelajari bahwa ini adalah waktu yang normal untuk cedera seperti yang dialaminya," ujar Mekies. Ia menambahkan bahwa tim akan terus memantau perkembangan dan mengevaluasi situasi dalam sepekan ke depan.
Red Bull berencana untuk menempatkan Hadjar di simulator sebelum Grand Prix Azerbaijan di Baku, yang akan menjadi awal dari rangkaian triple header. Langkah ini diambil untuk mengekspos Hadjar pada kondisi balapan yang sebenarnya dan mengukur sejauh mana pemulihannya. "Kami memiliki waktu lebih dari sepekan untuk mengevaluasi situasi, melihat bagaimana perasaannya, dan kemudian menempatkannya di simulator," jelas Mekies. "Jika ia merasa hampir 100 persen, kami akan maju. Jika pemulihannya belum selesai, kami akan tetap mengutamakan pemulihannya."

Mekies menekankan bahwa tim tidak ingin mengambil risiko dengan mempercepat kembalinya Hadjar. "Yang tidak ingin kami lakukan adalah, dengan kembalinya terlalu dini, mengorbankan kemampuan jangka panjangnya untuk kembali ke performa 100 persen," tegasnya. Pendekatan hati-hati ini mencerminkan betapa pentingnya posisi Hadjar bagi masa depan tim, mengingat ia telah menunjukkan performa menjanjikan di musim debutnya.
Sementara itu, performa Liam Lawson sebagai pengganti mendapat pujian dari Mekies. Pembalap Selandia Baru itu berhasil mencetak poin di balapan pertamanya di Zandvoort, lalu finis ke-14 di Monza setelah start dari belakang akibat penalti pergantian mesin. Di Madrid, Lawson tampil impresif dengan finis keenam setelah start dari posisi kedelapan, menandai hasil terbaiknya sejak kembali ke tim senior Red Bull. "Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang sangat baik," puji Mekies. "Kami semua tahu betapa sulitnya pindah ke tim yang berbeda, ke mobil yang berbeda, dan saya pikir dia telah melakukannya sebaik mungkin sesuai ekspektasi kami."
Mekies juga menyoroti perkembangan Lawson sebagai pembalap. "Saya pikir dia terus berkembang sebagai pembalap. Dia sangat tenang di dalam mobil; dia sangat fokus," tambahnya. Lawson, yang sempat diturunkan oleh Red Bull hanya dua balapan setelah musim 2025 dimulai, kini menunjukkan kematangan dan konsistensi yang membuatnya dipercaya untuk mengisi kursi sementara. Kerja sama antara Lawson dan Max Verstappen juga berjalan baik, dengan Lawson mampu memberikan umpan balik teknis yang berharga bagi tim.
Keputusan mengenai apakah Hadjar akan kembali di Baku akan diambil setelah sesi simulator. Jika ia dinyatakan fit, ia akan langsung menghadapi tantangan berat di sirkuit jalanan Baku, yang dikenal sempit dan menuntut fisik. Namun, dengan pemulihan yang berjalan sesuai rencana, Red Bull optimistis Hadjar dapat kembali memperkuat tim di sisa musim. Sementara itu, Lawson akan tetap bersiap jika diperlukan, meskipun ia juga memiliki komitmen dengan Racing Bulls. Situasi ini menunjukkan betapa dinamisnya dunia Formula 1, di mana cedera dapat mengubah lini pembalap dalam sekejap.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!