Isack Hadjar mengakui bahwa langkah promosinya ke tim utama Red Bull pada musim ini sempat memberinya 'culture shock'. Perasaan itu muncul setelah ia menghabiskan musim debutnya bersama tim saudara, VCARB, yang memiliki atmosfer lebih familier.
Pembalap asal Prancis itu tampil impresif sepanjang 2025, puncaknya saat finis ketiga di Grand Prix Belanda. Performa konsisten itu, ditambah kesulitan yang dialami Yuki Tsunoda, membuat Red Bull akhirnya mempromosikannya untuk mendampingi Max Verstappen.
Namun, Hadjar mengakui ada penyesuaian besar ketika pindah dari lingkungan tim yang terasa seperti keluarga ke tim papan atas yang lebih profesional dan serba cepat. "Itu jelas sebuah culture shock," ujarnya dalam podcast Talking Bulls. "Kamu pindah dari tim yang lebih seperti keluarga, tim Italia, ke tim Inggris. Pasti berbeda."

Meski begitu, Hadjar tidak melupakan peran VCARB dalam perkembangannya. "VCARB sangat membantu saya di tahun pertama. Mereka terbiasa menyiapkan pembalap muda untuk kursi utama," tambahnya.
Transisi ini juga terasa lebih mulus karena Hadjar sudah lama berada dalam program junior Red Bull. "Saya sudah berada di tim junior sejak 2021. Saya sudah menjalani tes FP1 dan tes junior. Saya bekerja dengan Woody tahun ini, tapi FP1 pertama saya bersamanya sudah tiga tahun lalu. Jadi bagi saya, berada di sini terasa alami," jelasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!