SPONSORED

Hadjar Pamer Kelas di Baku: Radio Tim yang Sedang Viral

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Hadjar Pamer Kelas di Baku: Radio Tim yang Sedang Viral
TO NEWS OVERVIEW
Hadjar Pamer Kelas di Baku: Radio Tim yang Sedang Viral

Isack Hadjar kembali ke kokpit Red Bull dengan pernyataan tegas di Grand Prix Azerbaijan. Setelah absen tiga balapan akibat cedera, pembalap Prancis itu langsung naik podium ketiga, menemani Max Verstappen di posisi kedua. Ini adalah podium ganda pertama Red Bull sejak GP China 2024, dan cara Hadjar mengelola tekanan—terutama lewat radio tim—menjadi sorotan.

Sejak lampu padam, Hadjar tampil agresif. Dia menyalip beberapa rival dan dengan cepat masuk ke zona podium. Namun, momen paling menarik terjadi ketika kedua mobil Red Bull berada di belakang Oscar Piastri. Hadjar, yang saat itu berada di depan Verstappen, diminta untuk memberi jalan bagi sang juara dunia empat kali. Tanpa protes, ia menurut. Tapi kemudian terungkap bahwa kecepatan Hadjar sebenarnya tidak kalah, bahkan ban soft-nya bekerja lebih baik daripada ban medium Verstappen. Situasi pun berbalik: Verstappen justru seperti menahan laju Hadjar.

Di sinilah radio tim Hadjar mencuri perhatian. Ketika insinyur balapnya bertanya apakah ia bisa lebih cepat, Hadjar menjawab dengan santai, “Aku mungkin hanya 2 atau 3 persepuluh lebih cepat, tapi aku senang di sini [di belakang Max]. Kalau tidak, kita hanya akan membuang waktu.” Jawaban itu langsung menjadi viral karena nada diplomatisnya. Hadjar jelas tidak ingin membuat masalah dengan Verstappen, yang merupakan pusat gravitasi tim.

Colapinto Handed Five-Place Grid Penalty for F1 Malaysia
Read AlsoColapinto Handed Five-Place Grid Penalty for F1 Malaysia

Namun, kesabaran Hadjar mulai menipis ketika Verstappen mulai kehilangan waktu dari Piastri. Dengan gaya bahasa yang halus, ia bertanya, “Dia sedang kesulitan sekarang atau bagaimana?” Setelah diberi tahu bahwa Verstappen bermasalah dengan ban, Hadjar merespons, “Oke, tapi aku punyag.” Pesan itu terpotong, tetapi jelas ia ingin mengatakan bahwa ia memiliki kecepatan lebih. Radio-radio ini dengan cepat menyebar di media sosial, membuat Hadjar menjadi bahan pembicaraan.

ADVERTISEMENT

Podium ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana Hadjar menempatkan diri di tim yang jelas mengutamakan Verstappen. Ia menunjukkan bahwa ia bisa kompetitif tanpa menimbulkan konflik. Kembalinya Hadjar setelah cedera juga menandai bahwa ia siap untuk mengambil peran lebih besar di Red Bull. Dengan performa seperti ini, tekanan pada Sergio Perez—yang absen di Baku—semakin meningkat.

Grand Prix Azerbaijan sendiri berlangsung dramatis dengan dua periode Safety Car yang mengubah strategi. Hadjar memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan kemampuannya. Kini, ia telah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan, bukan hanya sebagai pelapis, tetapi sebagai pembalap yang bisa diandalkan untuk meraih hasil besar.

Ke depannya, manajemen Red Bull harus mempertimbangkan dinamika ini. Hadjar telah menunjukkan potensi, tetapi juga kesadaran akan hierarki tim. Radio-radio viral itu mungkin hanya lelucon, tetapi juga sinyal bahwa Hadjar adalah pembalap cerdas yang tahu kapan harus menyerang dan kapan harus menahan diri.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU