Guenther Steiner menilai kritik terbuka Maverick Vinales terhadap KTM bukan langkah tepat di tengah ketidakpastian masa depannya di MotoGP.
Pemilik Red Bull KTM Tech3 itu merespons pernyataan Vinales yang sebelumnya menyebut KTM sebagai pihak yang akan bertanggung jawab apabila dirinya tidak lagi berada di grid MotoGP musim depan. Vinales merasa keputusan tidak melibatkannya dalam tes motor 850cc di Brno menjadi sinyal kuat bahwa ia tidak masuk rencana jangka panjang pabrikan Austria tersebut.
Steiner menilai komentar seperti itu tidak akan memperkuat posisi negosiasi Vinales, terutama karena kedua kursi Tech3 untuk 2027 belum diumumkan. Menurutnya, menyalahkan KTM secara terbuka justru berpotensi memperumit peluang pembalap Spanyol itu untuk bertahan.

"Saya rasa Anda sudah tahu jawabannya. Menurut saya itu bukan hal paling cerdas untuk dilakukan. Jika Anda tidak punya banyak pilihan, Anda tidak bisa terlalu memilih. Mungkin dia tidak berpikir jernih ketika mengatakannya," kata Steiner.

Steiner juga menilai kritik kepada KTM terlalu keras karena performa motor masih menunjukkan potensi. Ia menunjuk Pedro Acosta dan Enea Bastianini sebagai contoh bahwa RC16 tetap mampu tampil kompetitif dalam kondisi tertentu, sehingga masalah Vinales tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pabrikan.
Tech3 menargetkan kombinasi satu pembalap berpengalaman dan satu rookie untuk MotoGP 2027. Dengan opsi kontrak Vinales disebut akan berakhir pada Juli, komentar publik tersebut membuat situasinya semakin sensitif menjelang keputusan final mengenai susunan pembalap musim depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!