George Russell mengaku sulit menerima kegagalan finis yang dialaminya di Grand Prix Kanada setelah kerusakan unit tenaga menghancurkan peluang kemenangan yang sudah berada dalam genggamannya. Pembalap Mercedes tersebut terpaksa menghentikan mobilnya pada putaran ke-30 saat sedang memimpin balapan di Circuit Gilles Villeneuve.
Akhir pekan Russell sebenarnya berjalan hampir sempurna. Pembalap Inggris itu meraih pole position Sprint, memenangkan Sprint Race, lalu kembali mengamankan pole position untuk Grand Prix utama. Performa tersebut menempatkannya dalam posisi ideal untuk memangkas selisih poin dari rekan setim sekaligus rival gelar, Kimi Antonelli.
Sepanjang paruh pertama balapan, Russell dan Antonelli menyajikan salah satu duel terbaik musim ini. Kedua pembalap Mercedes beberapa kali saling menyalip dan bergantian memimpin lomba, sementara para rival di belakang kesulitan mengikuti kecepatan mereka. Situasi tersebut membuat kemenangan tampak akan menjadi milik salah satu pembalap Mercedes.

Namun segalanya berubah secara dramatis pada putaran ke-30. Saat memasuki Tikungan 9 dalam posisi terdepan, mobil Russell tiba-tiba kehilangan tenaga sepenuhnya. Kerusakan tersebut langsung mengakhiri balapannya dan mengubah arah pertarungan gelar dunia.
"Semuanya mati secara tiba-tiba ketika saya memasuki tikungan. Mesin berhenti, tidak ada sistem elektronik, dan saya juga kehilangan pengereman yang normal. Saat ini saya benar-benar kehilangan kata-kata," ujar Russell kepada Sky Sports F1.
Kegagalan finis tersebut memberikan keuntungan besar bagi Antonelli yang kemudian melaju tanpa gangguan menuju kemenangan keempat beruntun musim ini. Hasil itu membuat pembalap Italia tersebut memperlebar keunggulan klasemen menjadi 43 poin atas Russell setelah enam putaran pertama.
Dari sudut pandang kejuaraan, hasil di Montreal menjadi salah satu momen paling menentukan musim ini. Russell kehilangan peluang meraih poin maksimal ketika dirinya tampil sangat kompetitif sepanjang akhir pekan. Sebaliknya, Antonelli berhasil memanfaatkan situasi untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin klasemen.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Russell tetap menilai performanya sepanjang akhir pekan tidak menyisakan penyesalan. Ia merasa telah mengeluarkan seluruh potensi yang dimiliki dan tidak melihat adanya kesalahan dari sisi pembalap yang bisa mengubah hasil tersebut.
"Saya bangga dengan akhir pekan saya. Pole Sprint, menang Sprint, pole position untuk balapan utama. Saya memimpin balapan saat mobil berhenti. Saya juga menjalani pertarungan yang bagus dengan Kimi. Dari sisi saya, saya merasa tidak ada lagi yang bisa saya lakukan akhir pekan ini, jadi saya tetap puas dengan performa saya."
"Tentu saja saya sangat frustrasi dengan apa yang terjadi, tetapi apa lagi yang bisa saya lakukan?" tambah Russell.
Mercedes kini akan melakukan investigasi penuh terhadap kegagalan unit tenaga yang dialami Russell menjelang Grand Prix Monako. Dengan selisih 43 poin yang harus dikejar, pembalap Inggris itu membutuhkan respons cepat dalam beberapa putaran berikutnya jika ingin tetap menjaga peluang merebut gelar dunia 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!