Adrien Fourmaux yakin Hyundai Motorsport memiliki peluang lebih besar untuk kembali kompetitif pada Reli Portugal 2026 setelah awal musim yang sulit di lintasan aspal. Pembalap Prancis itu menilai karakter gravel Portugal jauh lebih sesuai dengan performa Hyundai dibanding beberapa putaran sebelumnya.
Hyundai sejauh ini tertinggal cukup jauh dari Toyota Gazoo Racing dalam perebutan kejuaraan dunia setelah pabrikan Jepang tersebut memenangkan seluruh reli musim ini. Namun masuknya kalender WRC ke rangkaian gravel Eropa dinilai dapat mengubah keseimbangan performa antar pabrikan.
Fourmaux sendiri meraih satu-satunya podium musim ini pada Reli Safari Kenya ketika finis kedua di event yang dipenuhi tantangan suspensi dan ketahanan mobil. Hasil tersebut memperkuat keyakinannya bahwa Hyundai masih memiliki paket kompetitif di lintasan kerikil.

“Saya selalu lebih suka mengemudi di jalan berkerikil dibanding aspal sejak awal karier saya,” ujar Fourmaux kepada Rallit.fi.
Dari sisi teknis, Fourmaux menjelaskan Hyundai Rally1 menunjukkan karakter yang lebih stabil di gravel, terutama dalam area traksi, keseimbangan chassis, dan respons suspensi pada lintasan kasar. Hal tersebut berbeda dengan beberapa reli aspal musim ini ketika Hyundai kesulitan menemukan setup optimal dan konsistensi grip.
Pembalap Prancis itu juga menilai fokus Hyundai kini harus lebih diarahkan pada peningkatan performa internal dibanding terus mengeluhkan situasi kompetitif. Pernyataan tersebut muncul setelah juara dunia 2024 Thierry Neuville beberapa kali mengkritik performa mobil sepanjang awal musim.
“Kami jelas lebih kuat di gravel. Setidaknya saya merasa jauh lebih percaya diri dan performa kami lebih baik,” kata Fourmaux.
Fourmaux mengingat kembali bagaimana Hyundai sebenarnya tampil sangat kompetitif di Portugal musim lalu bersama Ott Tanak sebelum masalah teknis mengubah hasil akhir reli. Ia juga menyoroti kemenangan ganda Hyundai di Arab Saudi serta performa kuat pada Safari Rally sebagai bukti bahwa paket Hyundai masih sangat efektif di permukaan loose gravel.
Cuaca diperkirakan akan menjadi faktor penting sepanjang akhir pekan Portugal dengan potensi hujan mulai Sabtu. Kondisi tersebut dapat mengubah karakter lintasan secara drastis dan meningkatkan pentingnya strategi ban serta kemampuan adaptasi pembalap terhadap grip yang terus berubah.
“Jika kami tidak bisa menang, kami tetap harus memaksimalkan hasil pada hari Minggu untuk memperkecil jarak di klasemen,” jelas Fourmaux.
Pembalap Hyundai itu juga menegaskan bahwa faktor utama kini bukan lagi kualitas mobil semata, melainkan kemampuan pembalap memaksimalkan paket yang tersedia. Menurutnya, Hyundai sudah memiliki basis performa cukup baik di gravel sehingga eksekusi sepanjang reli akan menjadi penentu utama.
Dengan Portugal menjadi awal fase penting kalender gravel Eropa, Hyundai kini menghadapi salah satu kesempatan terbaik musim ini untuk menghentikan dominasi Toyota sekaligus menghidupkan kembali persaingan perebutan gelar dunia WRC 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!