Tim Penske Autosport resmi berpindah tangan ke miliarder Australia Andrew 'Twiggy' Forrest. Konglomerat asal Australia Barat itu mengumumkan akuisisi tim yang telah berlaga sejak musim pertama Formula E tersebut. Tim akan tampil dengan nama Fortescue Zero Racing dan menjadi yang pertama berkompetisi di bawah lisensi Australia.
Keputusan ini menandai babak baru bagi tim yang didirikan pada 2007 oleh Jay Penske, putra legenda motorsport Roger Penske. Setelah mitra pabrikan DS Automobiles hengkang, masa depan tim sempat diragukan pasca musim 2025-26. Namun, kehadiran Fortescue memberikan angin segar. "Forrest melihat potensi besar dalam Formula E sebagai ajang pengembangan teknologi," ujar sumber internal.
CEO pertumbuhan dan energi Fortescue, Agustin Pichot, menegaskan ambisi tim untuk tidak sekadar berpartisipasi. "Selama lebih dari satu dekade Fortescue Zero menjadi otak di balik teknologi terobosan yang menggerakkan dan mentransformasi balap listrik," kata Pichot. "Sekarang kami akan menunjukkan kepada dunia bagaimana kami bisa bersaing di lintasan juga. Beranjak dari pit lane ke grid adalah babak selanjutnya dalam kisah motorsport kami."

Pichot menambahkan bahwa motorsport bukan hanya tentang trofi. "Bagi kami, motorsport lebih dari sekadar kesempatan membawa pulang trofi juara. Ini adalah platform untuk mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan teknologi hebat berikutnya yang akan mentransformasi industri di luar balap," tegasnya. Fortescue memang bukan wajah baru di dunia balap. Pada 2022, perusahaan tambang ini mengakuisisi Williams Advanced Engineering (WAE), anak perusahaan teknologi dan rekayasa tim Williams Formula 1, untuk membantu mencapai target netral karbon pada 2030. WAE bertanggung jawab memasok teknologi baterai untuk Formula E, dan pada 2024 berganti nama menjadi Fortescue Zero.
Dengan akuisisi ini, Fortescue Zero Racing akan menjadi tim pertama yang berlaga di bawah lisensi Australia di Formula E. Langkah ini memperkuat kehadiran Australia di panggung motorsport global, setelah sebelumnya sukses menggelar Grand Prix MotoGP dan Supercars. Formula E sendiri sedang memasuki era baru dengan platform GEN4 yang diklaim memiliki kecepatan puncak 335 km/jam dan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 1,8 detik. Waktu kualifikasi diperkirakan rata-rata 10 detik per lap lebih cepat dari pendahulunya, GEN3 Evo.
Musim 2026-27 Formula E World Championship direncanakan dimulai dengan Jeddah ePrix pada 18-19 Desember. Seri ini menegaskan niatnya untuk tetap memulai musim di Timur Tengah meskipun beberapa kejuaraan lain memindahkan balapan dari kawasan tersebut. Dengan format baru dan teknologi canggih, kehadiran Fortescue Zero Racing menambah daya tarik kompetisi.
Belum diketahui siapa yang akan membalap untuk tim anyar ini. Masa depan Taylor Barnard, pembalap termuda yang pernah memenangi balapan, belum dikonfirmasi. Sementara rekan setimnya, Maximilian Gunther, telah hengkang ke tim Inggris Envision. Spekulasi mengenai susunan pembalap pun mencuat, namun pihak tim belum memberikan pernyataan resmi. Yang jelas, Forrest dan Fortescue serius ingin mencetak prestasi di lintasan.
Bagi para penggemar, langkah ini menjadi sinyal bahwa Formula E semakin menarik bagi investor besar. Dengan dukungan finansial dan teknologi dari Fortescue, tim ini berpotensi menjadi kekuatan baru. Kita tunggu aksinya di musim depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!